"We Care, Kita Peduli". Blog ini didedikasikan untuk menggugah kepedulian dan rasa cinta kita terhadap warisan budaya bangsa.

Minggu, 08 Januari 2012

JUARA : Optimalisasi Internet Sebagai Katalisator Realisasi Resolusi 2012

Lomba Blog Resolusi Juara 2012

JUARA : Optimalisasi Internet Sebagai Katalisator Realisasi Resolusi 2012

Setiap awal pergantian tahun, seringkali kita membuat sebuah komitmen, janji, atau target yang ingin kita capai selama setahun mendatang. Dengan optimis dan penuh semangat, kita menuliskan berbagai hal yang ingin kita lakukan dan harapkan tercapai dalam menjalani hari-hari mendatang di tahun yang baru. Semua ritual tahunan itu kita lakukan demi adanya sebuah progres atau perbaikan berarti dari kehidupan kita di tahun sebelumnya.

Tak heran kegiatan ini dinamakan resolusi. Resolusi sendiri terdiri dari 2 kata, yakni re (mengulang kembali) dan solusi yang berarti mencari solusi kembali. Memasuki tahun 2012, kita tentu harus belajar dari kesalahan kita di masa lalu dan meningkatkan performa atau kinerja kita di tahun yang akan datang. Berkaca dari tahun 2011, kita harus melihat apa saja yang menjadi kendala dan hambatan dalam pencapaian resolusi kita di tahun sebelumnya. Setelah itu, kita harus memikirkan bagaimana solusi yang tepat dalam mencapai sasaran atau target hidup kita secara tepat. Hal ini akan menjadikan pribadi kita lebih matang dan dewasa dari hari ke hari.

Bagi saya pribadi, resolusi itu ibarat seekor singa yang sedang mengejar mangsanya. Dalam hal ini, mangsa yang dimaksud adalah keinginan diri saya untuk terus maju dan berkembang dari hari ke hari. Ketika saya membuat resolusi, maka saya seolah ditantang untuk mencapai resolusi tersebut dengan baik, tak peduli apa yang menjadi kelemahan atau berbagai alasan yang menguatkan diri saya untuk menyerah. Jiwa saya serasa dipacu untuk mencapai resolusi tersebut dengan sebaik-baiknya.

Ketika lonceng 2012 berbunyi, ada sebuah keraguan, ketidakpastian, dan tanda tanya besar dalam benak saya. Akankah tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya? Akankah kesuksesan yang pernah saya capai di tahun 2011 bisa saya capai kembali dengan lebih baik di tahun 2012? Semua pertanyaan itu akan saya jawab dengan aksi nyata yang akan saya lakukan dalam resolusi 2012 yang saya rangkum dalam JUARA. Diharapkan resolusi JUARA mampu menjadikan diri saya menjadi lebih baik dan berprestasi di tahun 2012.

J – Jadi Diri Sendiri

Bagi saya, menjadi diri sendiri itu bukan berarti bagaimana saya menunjukkan identitas diri saya dengan hal yang tidak lazim, seperti mengubah penampilan secara drastis, melainkan bagaimana saya menempatkan pemikiran original saya untuk kemajuan diri saya dan orang lain. Melihat berbagai tren yang beredar di masyarakat, mulai dari fenomena Boyband dan Girlband yang sangat booming saat ini di Indonesia, gaya hidup Barat yang diadopsi masyarakat Indonesia, serta berbagai hal lainnya, saya sangat ingin menjadi trendsetter dari tren itu sendiri, bukan follower.

Hal tersebut akan saya realisasikan dengan optimalisasi internet sebagai katalisator yang ampuh dalam merealisasikan resolusi 2012 saya. Dalam hal ini, saya berusaha menjadikan dan mengukuhkan jati diri saya sebagai penulis dan blogger. Dengan bantuan internet, saya bisa menghimpun, bergabung, atau bahkan mendirikan komunitas online yang dapat diberdayakan untuk membantu, mendorong, dan memotivasi saya untuk terus maju dan berkembang.

Selain itu, internet juga akan saya gunakan untuk mempublikasikan diri saya secara terbuka bahwa menulis dan blogging adalah jiwa dan darah yang mengalir dalam tubuh saya. Hal ini akan menjadikan diri saya seorang pribadi yang utuh dan bisa menjadi diri sendiri tanpa terbawa arus zaman. Semoga dengan langkah ini, orang lain pun dapat tertarik dan ikut serta untuk memulai aktivitas yang menyenangkan sebagai seorang blogger.

U – Uang

Peningkatan kualitas kehidupan secara finansial pun menjadi resolusi saya yang berikutnya. Dengan bantuan internet, saya berencana membuka bisnis online dengan optimalisasi media jejaring sosial yang diharapkan mampu menjadi sarana penghasilan yang dapat diandalkan di masa mendatang. Resolusi ini tentunya bukan tanpa alasan. Mengamati kesuksesan keripik pedas fenomenal Maicih yang dikemudikan Reza Nurhilman dengan pemanfaatan Twitter, saya yakin bisnis online adalah bisnis yang cukup prospektif dan sangat mungkin untuk dilakoni mahasiswa seperti saya dengan modal yang cukup rendah.

Menjadi entrepreneur muda yang handal melalui bisnis online diharapkan dapat tercapai dan membawa diri saya menuju kesuksesan secara finansial, mampu membiayai kuliah secara mandiri, dan memiliki penghasilan yang tetap untuk bekal di masa mendatang. Selain itu, saya juga akan berupaya mempelajari kemampuan dalam bidang periklanan di blog, seperti Google Adsense guna menjadikan blog saya bernilai finansial. Semoga dengan langkah tersebut, finansial yang saya dapatkan di tahun 2012 dapat jauh lebih banyak secara kuantitas dalam menunjang kebutuhan hidup sehari-hari.

A – Achievement

Melalui internet, saya juga berharap pencapaian saya di tahun 2012 akan jauh lebih meningkat dibandingkan dengan tahun 2011. Hal tersebut akan saya lakukan dengan mengikuti berbagai perlombaan menulis blog. Dengan mencari info lomba blog di internet secara berkala, saya bisa bersaing dengan banyak kompetitor untuk memperebutkan gelar juara. Diharapkan banyak lomba blog yang bisa saya menangkan untuk menambah catatan piagam penghargaan yang pernah saya dapatkan.

Selain itu, saya juga berharap bisa menjuarai berbagai kompetisi tingkat internasional dengan akses internet yang canggih. Pengiriman e-mail kepada panitia lomba, wawancara secara virtual yang dilakukan melalui Skype, dan pengunduhan dokumen yang dibutuhkan akan berlangsung dengan optimal jika didukung dengan akses internet yang cepat. Tentunya peningkatan kemampuan diri juga akan saya lakukan agar tetap mampu bersaing melawan kompetitor muda yang akhir-akhir bermunculan di ranah lomba-lomba yang saya ikuti.

R – Rekan

Di tahun 2012, saya juga berharap mendapatkan partner untuk mendirikan sebuah gerakan positif dan inspiratif yang diharapkan mampu membangun masyarakat Indonesia menjadi lebih baik. Hal tersebut akan saya lakukan dengan mendirikan sebuah halaman atau grup di Facebook untuk menjaring kepedulian masyarakat akan gerakan hijau. Jika selama ini, gerakan hijau seolah diabaikan dan kurang mengena kepada masyarakat. Saya berharap kehadiran halaman atau grup yang saya buat mampu menjadi pemacu bagi masyarakat untuk ambil bagian dalam upaya penyelamatan lingkungan.

Tentunya hal tersebut saya lakukan dengan menyebarluaskan tips menjaga lingkungan secara mudah dan praktis di rumah, sekolah, kantor, dan lain sebagainya. Diharapkan ekspetasi dan persepsi masyarakat selama ini terhadap upaya penyelamatan lingkungan yang terkesan ribet dan rumit mampu dipatahkan. Masyarakat menjadi lebih aktif dan mampu ikut serta menjadi rekan kerja saya dalam menyebarkan gerakan positif di Facebook melalui teknologi internet.

A – Apply Scholarship

Satu hal baru yang ingin saya coba lakukan di tahun 2012 adalah mengajukan beasiswa pendidikan ke berbagai lembaga perguruan tinggi di luar negeri. Dengan bantuan internet, saya berharap media komunikasi saya dengan pihak penyelenggara beasiswa dapat berjalan dengan lancar. Peningkatan kemampuan bahasa melalui pelajaran yang didapatkan di Google, serta informasi yang dibutuhkan dengan pencarian di search engine mampu membantu saya untuk diterima dalam beasiswa yang diidam-idamkan.

Tentunya resolusi ini akan meringankan beban orang tua saya dalam membiayai pendidikan, sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya karena mampu belajar dan menimba ilmu di negeri asing.

Diharapkan resolusi JUARA mampu menjadikan diri saya jauh lebih baik di tahun 2012. Dengan bantuan dan optimalisasi internet, saya berharap realisasi resolusi 2012 tidak lagi menjadi hal yang sulit secara teknis, melainkan mampu menjadi katalisator untuk menjadi banyak hal besar yang menanti di tahun 2012. Sampai saat itu tiba, saya akan terus berusaha dan berdoa agar resolusi JUARA yang dibuat mampu menjadikan saya juara sejati, baik dalam segi sosial, finansial, kesehatan, dan aktualisasi diri!

Minggu, 01 Januari 2012

Gerakan Air Bersih (Gerasi) : Pendayagunaan Modal Sosial Sebagai Langkah Aktif dan Progresif dalam Revitalisasi Sumber Daya Air

Blog Writing Competition Aqua
Tema : “Konservasi Sumber Daya Air di Mata Blogger”

Gerakan Air Bersih (Gerasi) : Pendayagunaan Modal Sosial Sebagai Langkah Aktif dan Progresif dalam Revitalisasi Sumber Daya Air


Selama masih tersedia air bersih di Bumi, maka masih ada pula kehidupan yang berlangsung di muka Bumi. Ungkapan ini mungkin sangat tepat untuk menggambarkan betapa pentingnya air bersih dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka Bumi. Manusia, hewan, dan tumbuhan membutuhkan air bersih untuk menunjang aktivitas dan metabolisme tubuh mereka masing-masing. Tak heran jika air bersih dapat dianalogikan sebagai oksigen yang masih tersedia dan dapat dihirup manusia untuk proses pembakaran energi dalam tubuh. Tanpa air bersih, maka kehidupan manusia dan seluruh makhluk hidup di muka Bumi akan punah, cepat atau lambat.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Lembaga Survei Geologis Amerika Serikat, diketahui bahwa total jumlah kandungan air di Bumi mencapai hampir 326 juta kubik mil. Tak heran jika hampir 72% permukaan Bumi tertutup oleh air. Sayangnya, dari sekian banyak kubik mil ketersediaan air yang ada di Bumi, 97% air yang ada asin dan tidak baik untuk diminum. Dari 3% sisanya, 70% ternyata berbentuk es dan otomatis hanya kurang dari 1% air minum yang ada di dunia yang siap dimanfaatkan secara langsung oleh manusia. Boleh dikatakan jumlah air bersih yang tersedia di muka Bumi ini sangat terbatas dan sangat minim untuk mencukupi kebutuhan 7 miliar penduduk Bumi yang ada di tahun 2012 ini.

Diketahui pula 6 negara yang memiliki 50% persediaan air minum dunia, mulai dari Brazil, Russia, Kanada, Indonesia, China, dan Kolombia. Sementara sepertiga populasi dunia hidup di daerah dengan tingkat persediaan air minum yang minim. Tentu sebagai salah satu negara yang memiliki cadangan persediaan air minum terbanyak di dunia, Indonesia harus berperan aktif dalam upaya konservasi sumber daya air demi kelangsungan kehidupan di muka Bumi. Indonesia harus memberikan dampak berarti bagi lingkungan hidup agar ketersediaan air bersih di dunia dapat terus terjaga dan dinikmati oleh anak cucu kita kelak.

Mungkin tak ada salahnya kita kembali ke masa lalu dan melihat perjalanan waktu yang menunjukkan bahwa kandungan air bersih di dunia semakin menipis. Pada era tahun 1970-an, banyak orang di muka Bumi berpikir air itu adalah salah satu Sumber Daya Alam yang tidak terbatas ketersediaannya. Mereka berpikir air bersih di Bumi itu akan selalu tersedia dan abadi mengalir dari sumber mata air. Akhirnya, terjadinya revolusi industri dan persepsi masyarakat yang salah membuat manusia dengan semena-mena menggunakan Sumber Daya Air yang ada. Tanpa mempedulikan aspek kelestarian lingkungan, dengan membabi buta manusia memakai air dan membuang limbah sembarangan. Akhirnya, Sumber Daya Air yang ada perlahan mulai rusak dan tidak dapat diberdayakan lagi oleh manusia.

Ternyata fenomena ketersediaan air bersih yang semakin menipis ini dilihat Tirto Utomo sebagai sebuah sinyal berbahaya untuk kelangsungan masa depan dunia. Ia berpikir keras ke depan bagaimana caranya menjaga ketersediaan air bersih yang ada untuk diminum oleh umat manusia kelak di era selanjutnya. Akhirnya, dengan pemikiran yang matang dan berorientasi pada masa depan, Tirto Utomo mendirikan PT. Aqua Golden Mississippi (AGM) pada tahun 1973. Ia pun meninggalkan profesinya di Pertamina untuk menggeluti usaha ini.

Awalnya, semua orang mencemooh dan menyindir Tirto sebagai orang yang gila, salah perhitungan, dan tidak cerdas karena menjual air bersih dalam kemasan. Dalam persepsi masyarakat, air bersih pada masa itu cukup dari air tanah dan air PDAM saja. Bukankah air termasuk Sumber Daya Alam yang keberadaannya tidak terbatas di muka Bumi dengan adanya siklus hidrologi? Ternyata masyarakat belum menyadari bahwa memang ketersediaan air di muka Bumi takkan pernah habis, hanya saja kualitasnya akan terus menurun seiring berjalannya waktu.

Dengan perjuangan dan strategi pemasaran yang baik, akhirnya ide untuk mendirikan pabrik air minum pun terbayarkan. Tahun demi tahun berganti dan ternyata begitu banyak sumber mata air yang tidak lagi mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Masyarakat pun akhirnya mulai melirik Aqua sebagai pionir produk air minum kemasan di Indonesia. Pada tahun 1983 atau 10 tahun setelah didirikan, Aqua berhasil mendongkrak penjualan 13 juta liter dengan slogan “air sehat setiap saat”. Terlihat dengan jelas bahwa Aqua menyadari betul bahwa perubahan yang terjadi selama 10 tahun mampu memperlihatkan betapa banyaknya pengurangan debit air bersih di muka Bumi.

Sebagai perusahaan air minum ternama di Indonesia, Aqua tak lantas memberikan pelayanan produk yang sekadarnya saja. Untuk pengontrolan mutu produksi, PT. AGM memiliki laboratorium yang modern dan memiliki staf peneliti yang terdiri dari ahli mikrobiologi, kimia, dan fisika. Aqua telah diterima oleh WHO dan terdaftar di U.S Food and Drug Administration, Environmental Protection Agency dan International Bottled Water Organization. Terlihat dengan jelas keseriusan dan profesionalitas Aqua dalam menjaga kualitas air minum yang dijual ke tangan konsumen agar senantiasa sehat dan aman untuk dikonsumsi langsung dari mata air pegunungan terpercaya.

Melihat komitmen Aqua untuk terus menyediakan mata air terbaik untuk dikonsumsi masyarakat, maka kita pun harus termotivasi dan terpacu untuk melakukan konservasi Sumber Daya Air secara berkelanjutan guna kelangsungan dan ketersediaan air bersih di muka Bumi di masa mendatang. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pendayagunaan modal sosial sebagai langkah aktif dan progresif dalam revitalisasi sumber daya air. Diharapkan pendayagunaan modal sosial mampu menjadi sebuah terobosan dan solusi dalam meminimalisir kerusakan Sumber Daya Air yang ada di muka Bumi.

Seperti yang kita ketahui, masyarakat adalah roda penggerak kehidupan bangsa ini. Tanpa masyarakat, bangsa ini sama halnya dengan patung batu yang tidak bergerak untuk menyambut perubahan zaman. Boleh dikatakan masyarakat adalah agent of change yang memiliki kekuatan yang sangat besar untuk mengubah bangsa ini ke arah yang lebih baik. Maka dari itu, kita harus mendayagunakan masyarakat sebagai poros kekuatan utama bangsa dalam melakukan konservasi Sumber Daya Air di Indonesia.

Degradasi kualitas Sumber Daya Air yang ada di Indonesia dengan cepat dan signifikan sebenarnya terjadi karena ketidaktahuan masyarakat akan edukasi dan pentingnya konservasi Sumber Daya Air demi kehidupan yang berkelanjutan. Memahami hal ini, tentu kita harus melakukan revitalisasi secara moral kultural, yakni dengan memberikan edukasi, seminar, dan pemahaman kepada masyarakat untuk melihat betapa pentingnya air bersih untuk kehidupan anak cucu kita kelak di masa mendatang.

Dalam hal ini, pemerintah dan PT. AGM dapat melakukan sosialisasi air bersih ke masyarakat yang tinggal di dekat sungai untuk menjaga dan melestarikan Sumber Daya Air yang ada. Selama ini, ketidaktahuan masyarakat menjadikan banyak sumber daya air yang ada menjadi sangat keruh, kotor, berbahaya, dan memiliki banyak bibit penyakit. Masyarakat yang ada di pinggir kota memanfaatkan sungai sebagai sarana yang multifungsi, yakni mandi, cuci, dan kakus (MCK) tanpa memperhatikan kebersihan dan kehigienisan air yang ada.

Boleh dikatakan kebiasaan masyarakat yang telah mendarah daging ini membuat banyak masyarakat terjangkit penyakit mematikan, seperti diare, tipus, sakit perut, dan lain sebagainya karena penggunaan air yang tidak steril. Jika dibayangkan, ketika bagian hulu digunakan masyarakat untuk membuang hajat, bagian hilir digunakan masyarakat untuk mencuci pakaian dan alat-alat dapur. Dapat dibayangkan betapa kotornya kandungan air yang digunakan untuk keperluan vital rumah tangga dan kehidupan sehari-hari.

Edukasi dan sosialisasi ini tentu tidak akan berdampak apapun jika tidak diikuti dengan upaya nyata dari masyarakat untuk memulai perubahan ke arah yang lebih baik. Maka dari itu, pendayagunaan modal sosial akan menjadi solusi efektif untuk membiasakan masyarakat bersikap peduli terhadap lingkungan hidup yang ada. Salah satu bentuk pendayagunaan modal sosial itu dapat dilakukan dengan mendirikan Gerakan Air Bersih (Gerasi). Diharapkan gerakan ini mampu mengakomodasi dan menstimulasi masyarakat untuk ikut serta dalam upaya konservasi Sumber Daya Air di Indonesia.

Gerakan Air Bersih (Gerasi) sendiri dapat diimplementasikan oleh masyarakat dengan dukungan dari pemerintah dan PT. AGM. Pemerintah dapat membantu mewujudkan program kerja Gerasi secara holistik dan PT. AGM dapat membantu Gerasi dalam edukasi kandungan air bersih yang dibutuhkan secara profesional. Gerasi ini sendiri dibentuk di setiap daerah yang memiliki Sumber Daya Air yang vital dan berada dalam kondisi rawan. Dalam hal ini, pemerintah menunjuk perwakilan masyarakat untuk mengoordinasi gerakan ini agar berdampak efektif bagi upaya konservasi air bersih di Indonesia.

Perwakilan masyarakat yang terpilih tentunya akan diakomodasi oleh pemerintah untuk melakukan aksi lingkungan berarti yang ditujukan untuk menyelamatkan dan konservasi Sumber Daya Air yang dibutuhkan. Langkah Gerasi ini tentu akan sangat efektif mengingat program ini bersifat kemasyarakatan dengan warga sekitar sebagai koordinator pelaksana Gerasi di setiap daerah. Masyarakat akan jauh lebih percaya dan proaktif dengan wakil masyarakat yang mereka kenal untuk bersama-sama melakukan Gerasi demi perubahan masa depan yang lebih baik dibandingkan pemerintah berkoar-koar menghimbau masyarakat untuk ikut serta dalam konservasi Sumber Daya Air.

Gerasi sendiri dapat diimplementasikan secara nasional dengan kantor pusat yang berada di ibukota. Setiap bulan secara berkala, perwakilan daerah terpilih harus melaporkan apa saja bukti nyata dari aksi yang sudah mereka lakukan. Perwakilan daerah tentu akan mampu memberikan edukasi yang baik secara efektif karena mereka bagian dari masyarakat di daerah tersebut. Masyarakat pun akan mengikuti langkah mereka dengan tidak melakukan MCK secara sembarangan di sungai, membangun sarana sanitasi yang baik, melarang pabrik atau pihak perusahaan yang ada di daerah mereka untuk membuang limbah dengan sembarangan, dan lain sebagainya. Langkah-langkah nyata inilah yang dilaporkan dan diberikan apresiasi oleh pemerintah dengan pemberian fasilitas tertentu yang dapat menyejahterakan masyarakat.

Tentu Gerasi ini tidak akan berlangsung efektif tanpa dukungan dari pemerintah. Pemerintah harus memberikan regulasi Sumber Daya Air yang tegas pada pihak perusahaan atau pabrik tertentu yang membuang limbah sembarangan ke sungai. Ketika setiap pabrik sudah mengolah dan membuang limbah secara bijak, maka Gerasi akan mampu melakukan aksinya secara efektif dengan pola edukasi dan langkah-langkah konservasi yang cerdas dari pihak PT. AGM. Pemerintah pun bisa memberikan perlombaan bagi setiap Gerasi di daerah-daerah agar mampu berkompetisi untuk menjadikan Sumber Daya Air di daerah mereka lebih baik dari sebelumnya.

Ketika potensi masyarakat dengan pendayagunaan modal sosial ini mampu diberdayakan secara efektif, maka upaya konservasi Sumber Daya Air bukanlah utopia belaka. Pemerintah dan masyarakat mampu berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus memiliki ketersediaan air bersih yang baik. Tak hanya itu, cadangan air dalam air tanah, pohon, sumber mata air, sungai, dan lain sebagainya pun terjaga karena setiap anggota masyarakat merasa memiliki Sumber Daya Air tersebut dan akan menjaganya dengan sebaik-baiknya demi kelangsungan kehidupan di masa mendatang.

Diharapkan implementasi Gerakan Air Bersih (Gerasi) ini mampu menjadi sebuah langkah perubahan berarti bagi konservasi Sumber Daya Air secara aktif dan berkesinambungan. Revitalisasi Sumber Daya Air pun menjadi sebuah tuntutan moral, bukan lagi kewajiban yang bersifat menekan. Selamat melakukan perubahan berarti dengan Gerasi!

Referensi:
- http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2011/07/24/sejarah-aqua/
- http://futurenow.dw-world.de/indonesia/2011/02/07/bakteri-arsenik/
- http://id.wikipedia.org/wiki/Air

Postingan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Aqua dengan link http://lestariairku.dagdigdug.com.

Sabtu, 31 Desember 2011

Kaum Difabel : Kekuatan di Balik Kelemahan Fisik

Lomba Penulisan Blog Komunitas Blogger Bengawan
Tema : “Difabilitas di Indonesia”

Kaum Difabel : Kekuatan di Balik Kelemahan Fisik

Seandainya mereka bisa memilih, mereka tentu tak ingin dilahirkan dalam kondisi seperti ini. Diejek, dihina, atau bahkan dikucilkan karena kelemahan fisik yang mereka miliki. Mereka mungkin bertanya pada Tuhan, mengapa Tuhan seolah tak adil melahirkan mereka dalam kondisi yang penuh keterbatasan. Ada perasaan iri dan cemburu yang membuncah tatkala melihat orang lain yang mampu berlari, melihat, mendengar, dan bermain layaknya orang biasa. Mengapa mereka tak bisa melakukan itu semua?

Mungkin itulah ungkapan hati kaum difabel tatkala mereka menyadari bahwa mereka dilahirkan ke dunia dalam kondisi yang tidak sempurna. Mereka sangat berhak mengutuki hidup dan mengatakan hidup berlaku tidak adil pada mereka. Diskriminasi dan perlakuan tidak ramah kerapkali mereka dapatkan, mulai dari pemisahan kaum difabel ke Sekolah Luar Biasa (SLB) hingga fasilitas umum yang tidak ramah bagi kaum difabel. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, mereka seolah dihakimi oleh takdir dan kenyataan hidup yang tidak bersahabat dengan hidup mereka.

Namun di balik kelemahan yang mereka miliki, tak sedikit di antara kaum difabel yang justru menunjukkan bahwa kekuatan mereka justru terletak dalam kelemahan fisik yang mereka miliki. Mereka tak lantas memutuskan untuk menyendiri atau bahkan ekstrimnya mengakhiri hidup karena takdir yang menyakitkan untuk hidup mereka, melainkan mereka bangkit dan menunjukkan bahwa mereka juga mampu dan bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Mereka berhak menikmati hidup dan mereka justru bisa menjadi panutan bagi banyak orang, termasuk orang normal.

Sebut saja, Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur. Beliau mungkin dilahirkan tanpa kedua bola mata yang mampu melihat, tetapi beliau mampu melihat masa depan bangsa ini dengan baik. Dengan penuh kharisma dan gaya bercandanya yang khas, Gus Dur menjadi presiden pertama yang memperbolehkan perayaan Imlek di tanah air dan menjadi hari besar di Indonesia. Sebelumnya, kaum minoritas dilarang merayakan dan memperingati hari raya leluhur mereka. Tampak dengan jelas bahwa Gus Dur sudah menjadi bapak pluralitas yang mengembalikan esensi dari Indonesia, yakni Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi satu juga.

Sebagai seorang pemimpin bangsa, di balik kelemahan fisiknya, Gus Dur justru menjadi tokoh yang paling disegani gerakan separatisme di Indonesia. Indonesia berada dalam kondisi aman, damai, dan tentram tanpa adanya konflik berarti di bawah kepemimpinan Gus Dur. Tak hanya itu, iklim demokrasi pun sangat kondusif dan berjalan dengan baik di bawah kepemimpinannya. Terlihat dengan jelas bahwa Gus Dur sebagai kaum difabel membuktikan bahwa kelemahan fisik bukanlah halangan bagi kita untuk melangkah maju. Dari kelemahannya, Gus Dur justru menjadi teladan dan tokoh penting bagi dunia yang mengajarkan begitu banyak nilai-nilai kehidupan penting yang harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Di dunia internasional, kita mengenal Nick Vujicic sebagai contoh kaum difabel yang tidak menyerah pada kenyataan hidup. Dilahirkan tanpa kedua tangan dan kaki, Nick tidak lantas meratapi dan mengakhiri hidupnya. Ia justru menyadari bahwa ada maksud Sang Pencipta menciptakan Nick dalam kondisi seperti ini. Berbekal persepsi itu, ia pun belajar untuk mandiri dan tidak merepotkan orang-orang di sekitarnya, mulai dari memakai baju, makan, dan lain sebagainya. Nick juga pun bisa berenang, meskipun tanpa kedua tangan dan kakinya.

Berkat semangat dan kekuatan hatinya yang besar, Nick menjadi tokoh inspiratif bagi banyak orang di seluruh dunia. Ia sudah menjadi pembicara di berbagai acara TV dan berkeliling dunia untuk membagikan pesan bahwa kaum difabel bukanlah kaum terbelakang. Justru di balik kelemahan mereka, tersimpan kekuatan super yang mampu menggerakkan dunia menjadi lebih baik.

Kembali ke tanah air, kita pun akan menemukan figur-figur kaum difabel yang justru memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitar mereka dalam kelemahan fisik yang mereka miliki. Ibu Winda, misalnya. Dalam keterbatasan fisiknya, yakni hanya memiliki kaki kanan, ia justru menjadi guru mengaji bagi 100 anak-anak di desanya. Ia senantiasa mengajarkan cara untuk bersyukur kepada Sang Pencipta atas rahmat dan rezeki yang diterima sepanjang hari sekalipun dalam kondisi keterbatasannya.

Tak ketinggalan Sutopo, peraih medali Porda dalam kejuaraan beberapa tahun yang lalu. Dalam keterbatasan dan kekurangan fisik pada kedua kakinya, ia justru menunjukkan bahwa cacat tidak menghalanginya untuk terus berprestasi. Ia justru giat berlatih dan berlari, sekalipun itu tidak mudah baginya. Semangat itulah yang membuatnya terus berusaha mempersembahkan prestasi-prestasi terbaiknya bagi daerah tercinta.

Semangat kaum difabel pun dapat kita rasakan pada ajang ASEAN Paragames 2011 di Solo, 12-22 Desember yang lalu. Di balik keterbatasan dan kekurangan yang mereka miliki, mereka justru mampu mempersembahkan medali emas, perak, dan perunggu bagi Indonesia. Sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa dan patut diacungi jempol. Dalam kekurangan, mereka mau terus berprestasi dan berkarya bagi Indonesia. Mereka mengajarkan sebuah nilai berharga bagi kita, yakni di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Semangat itulah yang selalu mereka pegang hingga mereka mampu berkembang dan berkarya hingga saat ini.

Sekilas kita melihat kaum difabel perlu dikasihani dan sangat bergantung pada orang lain. Namun kenyataannya, terkadang kitalah yang perlu mereka kasihani dan tolong untuk tetap semangat menjalani hidup. Fakta dalam kehidupan justru menunjukkan banyak orang normal yang merasa dirinya berkekurangan, sekalipun mereka diciptakan sempurna sebagai manusia. Mereka justru mengeluh mengapa mata, hidung, bibir, tangan, kaki, dan bagian tubuh mereka tidak sesuai yang diharapkan. Pada akhirnya, mereka tidak bersyukur dan selalu mengeluh akan ketidaksesuaian fisik yang mereka miliki.

Akhirnya banyak orang normal yang jelas-jelas sempurna sebagai manusia justru menutupi diri mereka dengan setumpuk kosmetik, obat-obatan, dan berbagai terapi yang dilakukan semata-mata untuk menyempurnakan diri lebih baik. Padahal tanpa kita sadari, semua hal yang kita lakukan sudah menunjukkan bahwa kita sangat tidak bersyukur atas apa yang sudah kita terima dalam hidup dari Sang Pencipta. Terkadang kaum difabel jauh lebih bersyukur dan memiliki kebesaran hati dan jiwa yang sejati untuk menerima kenyataan hidup. Hal itulah yang terkadang perlu kita pelajari dan renungkan dari kaum difabel.

Berbicara mengenai semangat hidup, maka kita patut berkaca pada kaum difabel. Di layar kaca dan berbagai situs berita, tak jarang kita melihat artis-artis Korea dan luar negeri yang justru memilih mengakhiri hidup mereka karena tekanan popularitas yang mereka alami. Tak hanya itu, banyak orang kaya dan normal yang justru memilih mengakhiri hidup karena merasa hidup itu hampa dan begitu banyak beban berat yang mereka derita. Padahal jika dibandingkan dengan kaum difabel, hidup mereka jauh lebih beruntung dan lebih menyenangkan. Tetapi sayang, terkadang semangat hidup kita sebagai manusia normal kadang masih jauh di bawah kaum difabel. Kaum difabel mampu mengajarkan kita semangat dan kerja keras untuk mencapai hal yang mereka impikan dalam hidup.

Sebagai manusia normal, kita patut malu pada kaum difabel. Saat kita berusaha memperbaiki kekurangan-kekurangan yang semu dalam hidup, mereka justru berpikir lebih jauh ke depan, yakni bagaimana mereka bisa memberi manfaat bagi lingkungan di sekitar mereka. Mereka tidak memikirkan bagaimana si “aku”, melainkan memikirkan bagaimana dampak yang bisa diberikan si “aku”. Lewat kaum difabel, harusnya kita belajar untuk tidak mau kalah memberi manfaat bagi lingkungan di sekitar kita. Jika mereka yang berkekurangan saja bisa memberi dampak berarti bagi banyak orang, tentu seharusnya kita jauh lebih mampu memberi banyak manfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Kita belajar merefleksikan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dan dewasa dengan kehadiran kaum difabel di sekitar kita.

Melihat berbagai potensi dan semangat yang dimiliki kaum difabel, tentu pemerintah sebagai perpanjangan tangan rakyat harus bisa melihat kebutuhan mereka sebagai sebuah amanat yang harus dipenuhi. Kita melihat begitu banyak fasilitas umum yang seolah diset hanya untuk orang normal saja, sementara bagi mereka yang berkekurangan, mereka seolah harus bersusah payah menggunakan fasilitas umum tersebut. Perilaku diskriminatif ini tentu sangat tidak tepat karena kaum difabel juga bagian dari masyarakat Indonesia yang patut kita perhatikan.

Pemerintah tentu harus membangun fasilitas khusus kaum difabel yang ramah digunakan. Hal itu bisa dilakukan dengan pembenahan tanjakan bus way, stasiun, terminal, rumah sakit, dan berbagai fasilitas umum lainnya agar dapat dengan mudah dilalui kaum difabel. Pengadaan lift yang memiliki tulisan morse dan berbagai fasilitas penunjang kaum difabel harus disiapkan agar kaum difabel pun bisa merasakan keadilan dan nilai manfaat dari fasilitas umum yang sudah disiapkan pemerintah. Dalam hal ini, pemerintah bisa berkaca pada kota Solo sebagai Kota Pusat Rehabilitasi warisan Prof. DR. Soeharso. Kota Solo sudah menerapkan berbagai cara pemberdayaan difabel di Indonesia yang bisa menjadi contoh bagi kota-kota besar di Indonesia untuk diimplementasikan.

Selain fasilitas umum, kaum difabel juga seyogianya mendapat perlakuan yang sama dengan manusia normal. Jika selama ini kaum difabel seolah harus dipisahkan dengan manusia normal untuk menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB), pemerintah bisa membuat regulasi pendidikan baru yang memungkinkan kaum difabel untuk bisa bersekolah di sekolah yang sama dengan manusia yang normal. Hal ini akan menjadikan derajat kaum difabel dan manusia normal setara. Mereka pun tak merasa dianaktirikan dan disingkirkan dari kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, kaum difabel juga manusia yang sama seperti kita. Mereka layak mendapatkan perlakuan dan perhatian yang sama seperti manusia normal. Sebagai manusia yang dilahirkan dengan kekurangan fisik, mereka terkadang justru bisa menjadi panutan dan memberikan contoh bagi kita selaku manusia normal. Kekuatan hidup mereka justru terletak dalam kelemahan fisik yang mereka miliki. Jika kaum difabel saja sadar untuk bisa memberikan manfaat berarti bagi lingkungan di sekitarnya, apakah kita sebagai manusia normal tidak merasa tertantang untuk melakukan hal yang sama dengan kaum difabel. Maka dari itu, mari kita berjalan bersama kaum difabel membangun Indonesia lebih baik dengan semangat dan kerja keras bersama! Hidup kaum difabel!
Lomba Karya Tulis XL Award 2011
Tema Umum : "Upaya XL memberikan layanan telekomunikasi terbaik bagi pelanggan dan Indonesia"
Tema Pilihan : "

Optimalisasi Potensi Daerah Berbasis Kerakyatan

Lomba Blog DPD RI
Tema : “Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI”

Optimalisasi Potensi Daerah Berbasis Kerakyatan

Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya akan membenahi berbagai kekurangan dan mengoptimalkan potensi yang ada di daerah saya agar progresivitas kemajuan daerah saya dapat berjalan dengan lancar secara efektif dan efisien. Sebagai wakil dari wilayah Jawa Barat, saya akan membuat agenda “Bandung Berseri 2012”, di mana akan saya wujudnyatakan dengan pembersihan sampah yang menggunung di bahu jalan secara aktif dan berkesinambungan. Selain itu, saya juga akan membangun sentra pengolahan sampah organik dan anorganik yang diharapkan mampu mendegradasi debit sampah yang ada di Jawa Barat, sekaligus menjadi alternatif usaha baru di bidang entrepreneurship dengan produk hasil pengolahan sampah tersebut.

Sebagai anggota DPD RI, saya pun akan menganalisis potensi ekonomi daerah yang selama ini belum tergali dengan baik di Indonesia. Di Kota Bandung, saya akan melakukan revitalisasi terhadap sentra sepatu Cibaduyut yang akhir-akhir ini mulai meredup kejayaannya. Saya akan berusaha menghidupkan kembali potensi ekonomi yang ada dengan menggerakkan masyarakat sekitar sebagai motornya. Dengan pendanaan dari Pemerintah Daerah (Pemda) diharapkan sentra sepatu Cibaduyut dapat kembali bangkit dan digemari oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tak hanya itu, saya juga akan membenahi kemacetan yang ada di Kota Bandung. Sebagai kota yang menjadi destinasi favorit masyarakat ibukota, saya akan mencoba menerapkan regulasi baru terhadap pihak swasta dan investor yang menanamkan modal. Sebagai penanam modal, mereka diwajibkan menyediakan lahan parkir yang memadai agar tidak menimbulkan kemacetan di Kota Bandung. Selain itu, saya juga akan mencoba menerapkan program “Bus Lindung”, di mana wisatawan dari luar kota Bandung diwajibkan menggunakan bus untuk mengelilingi Kota Bandung yang telah disiapkan Pemda. Diharapkan penerapan kegiatan ini mengurangi debit kendaraan yang ada di Kota Bandung.

Sebagai DPD RI Jawa Barat, saya juga akan mengembangkan sentra kerajinan tangan di Tasikmalaya. Pemda akan mengakomodasi pemodalan UKM yang ada guna menunjang kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Pemda juga akan berusaha memasarkan dan meningkatkan nilai jual produk kerajinan yang ada dengan melakukan ekspor ke negara-negara lain. Diharapkan eksistensi Tasikmalaya semakin bersinar dengan adanya program ini.

Saya pun akan mencoba mengatasi masalah kebanjiran yang kerapkali melanda wilayah Bandung Barat dengan analisis geografis yang tepat. Pemerintah akan berusaha membuat sistem drainase air yang tepat agar banjir tidak lagi melanda wilayah Bandung Barat. Selain itu, reboisasi dan revitalisasi lingkungan juga menjadi agenda penting yang akan saya lakukan mengingat dampak pemanasan global juga dipicu oleh banyaknya pembangunan apartemen dan mal yang ada di Kota Bandung.

Sebagai anggota DPD RI, saya akan mencoba memperkenalkan budaya Jawa Barat ke kancah internasional dengan aktif melakukan pertukaran pelajar ke luar negeri. Wakil pelajar atau mahasiswa dari Jawa Barat wajib menguasai seni tradisional Jawa Barat, mulai dari jaipongan, karawitan, angklung, dan lain sebagainya. Diharapkan kesenian Jawa Barat semakin eksis dan dikenal banyak orang di dunia karenanya.

Mungkin itu hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak angan yang ingin saya wujudkan bagi daerah saya, Jawa Barat tercinta. Semoga Jawa Barat akan semakin maju, sejahtera, dan senantiasa menunjukkan eksistensinya di Indonesia dengan berbagai perubahan yang dilakukan ke arah yang lebih baik. Aku bangga menjadi DPD RI Jawa Barat!

Selasa, 20 Desember 2011

Berwisata di Pulau Surga

Lomba Penulisan Wisata Bali ASEAN Blogger

Berwisata di Pulau Surga

Belum ke Indonesia rasanya jika belum pernah ke Bali. Mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan betapa penting dan populernya pariwisata Bali sebagai aset bangsa Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia disebutkan bahwa tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mengalami peningkatan yang signifikan, yakni sebesar 10%. Tak heran jika Bali menjadi ikon dan destinasi pariwisata utama di Indonesia yang sangat digemari dan ditunggu-tunggu oleh para turis lokal maupun internasional.

Tentu kita bertanya-tanya, apa yang sebenarnya menjadi daya tarik dan pesona Bali? Keindahan pantai dan panorama alamnya yang luar biasa. Kekhasan dan keunikan budaya Hindunya yang sangat kental. Tradisi dan kekayaan etnik yang penuh dengan nilai-nilai kultural, sosial, dan moral. Semuanya bergabung menjadi satu dan menjadi sebuah ujung tombak kekuatan pariwisata Bali yang tidak tertandingi di seluruh dunia. Boleh dikatakan Bali mengungguli pariwisata pantai dan budaya negara-negara lain, seperti Phuket, Maladewa, Hawaii, dan lain sebagainya. Bali memiliki ciri khas tersendiri yang membuat pesonanya tetap abadi bagi para wisatawan.

Dengan armada Garuda Indonesia yang handal, kita dapat berkunjung ke Bali. Tentu sesampainya di Bali, kita harus mengunjungi destinasi andalan yang sanggup membuat decak kagum dalam benak kita. Tanah Lot, misalnya. Objek wisata yang terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan ini sangat cocok menjadi tempat untuk menikmati matahari tenggelam (sunset). Dengan pemandangan pura yang berada di atas tebing yang menjorok ke laut, Tanah Lot menjadi salah satu situs budaya yang wajib dikunjungi wisatawan.

Selanjutnya, wisata ke Istana Tampaksiring juga menjadi salah satu situs wajib yang harus kita kunjungi di Bali. Istana yang dibangun Presiden Soekarno ini menjadi tempat peristirahatan presiden dan tamu-tamu negara karena hawanya yang sejuk. Nama Tampaksiring sendiri berasal dari dua buah kata bahasa Bali, yaitu "tampak" dan "siring", yang masing-masing bermakna telapak dan miring. Istana ini sendiri terletak di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Kita akan dimanjakan dengan suasana teduh tempat peristirahatan presiden di situs budaya ini.

Tak ketinggalan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana yang patut menjadi tempat kunjungan kita selama berada di Bali. Area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana ini sendiri terletak di Tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota provinsi Bali. Di lokasi wisata ini, kita bisa membeli souvenir, menikmati pemandangan patung Garuda Wisnu Kencana, mencoba spa ala Bali, menonton Tari Kecak, dan lain sebagainya. Pastikan kita menikmati setiap fasilitas yang ada untuk kesan yang tak terlupakan selama di Bali.

Bagi penggemar water sport, pastikan kita mengunjungi Tanjung Benoa. Tempat ini merupakan sarana wahana air, seperti banana boat, scuba diving, surfing, dll. Selain itu, terdapat pelayaran menuju Pulau Penyu tempat hidup seekor kura-kura, ular, jalak bali, dan sebagainya. Waktu berjam-jam pun terasa sebentar ketika kita berada di pantai wisata air ini. Jika kurang puas, kita pun bisa berkunjung ke Pantai Kuta untuk bermain pasir dan air pantai yang begitu jernih dan memukau.

Bali pun memiliki wisata kuliner yang sangat mantap untuk dicoba. Kita bisa berkunjung ke Jimbaran, Bali untuk menikmati makan malam seafood yang lezat. Dengan pemandangan lepas pantai, kita akan disuguhkan panorama sunset yang indah. Makan malam pun terasa romantis bersama orang yang kita sayangi ketika berada di Jimbaran, Bali ini. Restoran di Jimbaran ini baru dibuka menjelang sore hingga malam hari. Pastikan kita mencoba makan malam romantis di pantai Jimbaran ini ya.

Beranjak dari Jimbaran, kita bisa menikmati pemandangan alam yang memukau di Kintamani. Lokasi ini kaya akan pemandangan kawasan pegunungan yang sangat unik dan menakjubkan. Dengan jarak tempuh 2 jam perjalanan dari Kota Denpasar, kita akan sampai di Penelokan, yang sesuai dengan namanya dalam bahasa Bali yang berarti tempat untuk melihat-lihat merupakan lokasi yang paling strategis untuk menikmati pemandangan alam. Penelokan terletak di Kedisan, salah satu desa di Kec. Kintamani.

Dari Penelokan kita bisa menyaksikan pemandangan menakjubkan, yakni kombinasi antara Gunung Batur beserta hamparan bebatuan hitam dengan Danau Batur yang berbentuk bulan sabit berwarna biru di sebuah kaldera yang oleh wisatawan dikatakan sebagai kaldera terindah di dunia. Penelokan sudah mempunyai infrastruktur yang cukup memadai sebagai tempat wisata, antara lain penginapan maupun restoran.

Dari Penelokan kita mempunyai dua alternatif tujuan wisata di Kintamani. Pertama, kita bisa melanjutkan ke arah utara menuju Desa Batur. Desa ini memiliki pura yang cukup indah untuk dilihat dan dikunjungi sebagai situs budaya. Opsi kedua, kita bisa turun ke pusat Desa Kedisan untuk selanjutnya menyeberang melintasi danau ke sebuah desa tua yang bernama Terunyan. Di Desa Terunyan, kita bisa melihat peradaban Bali kuno yang disebut Bali Aga. Di desa ini orang-orang yang sudah meninggal tidak dikubur, tetapi diletakkan begitu saja di bawah sebuah pohon. Mayat-mayat ini tidak mengeluarkan bau sama sekali. Desa kuno ini sangat banyak dikunjungi wisatawan karena keunikannya.

Kita juga bisa berkunjung ke Pura Luhur Uluwatu sebagai destinasi wisata selanjutnya. Pura ini berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung. Kita akan dipakaikan kain kuning di pinggang kita dan sarung ketika berkunjung di situs ini. Disarankan untuk tidak memakai perhiasan secara berlebihan karena pura ini dihuni oleh puluhan monyet yang dibiarkan hidup secara bebas. Keunikan Pura Uluwatu ini terletak pada keindahan pemandangan alam tebingnya yang memukau.

Pura Uluwatu juga menjadi terkenal karena tepat di bawahnya adalah pantai Pecatu yang sering kali digunakan sebagai tempat untuk olahraga selancar, bahkan even internasional seringkali diadakan di sini.

Melihat berbagai tempat wisata yang ada di Bali, rasanya kita tidak perlu lagi meragukan betapa besar potensi Bali sebagai aset pariwisata bangsa Indonesia. Tak heran jika ASEAN Blogger Conference dan KTT ASEAN ke-19 mengambil tempat di Bali karena pesona alamnya yang memukau dan membuat tamu undangan yang hadir berdecak kagum dengan keindahan alam Indonesia. Para blogger ASEAN pun pasti dapat mendefinisikan betapa indah dan mempesonanya Bali sebagai tempat wisata andalan Indonesia.

Tentunya semua potensi yang ada ini harus diimbangi dengan pemeliharaan, revitalisasi, dan peningkatan kualitas keamanan di Bali. Dengan perbaikan-perbaikan berarti di lini yang vital bagi pariwisata Indonesia, kita yakin bahwa Bali akan menjadi wisata dunia yang tidak terkalahkan oleh negara manapun. Sampai saat itu tiba, mari kita jaga dan lestarikan Bali menjadi situs wisata terfavorit kini dan selamanya bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Berkunjung ke Bali bersama Garuda Indonesia berarti berkunjung ke Pulau Surga yang tak terlupakan.

Senin, 19 Desember 2011

Museum Pasifika : Jelajahi Budaya Asia dengan Sentuhan Modern

Lomba Penulisan Venue Museum Pasifika

Museum Pasifika : Jelajahi Budaya Asia dengan Sentuhan Modern

Jika selama ini image museum selalu dikaitkan dengan tempat yang kotor, berdebu, tidak terawat, angker, dan menyimpan aroma mistis, persepsi itu akan lenyap ketika kita berkunjung ke Museum Pasifika. Museum yang terletak di BTDC Area, Blok P Nusa Dua, Bali ini memang memiliki pesona tersendiri dibandingkan tampilan fisik museum pada umumnya di Indonesia. Dengan penataan yang modern dan arsitektur yang menawan, museum yang didirikan oleh warga Perancis, Philippe Augier pada tahun 2006 ini telah dikunjungi berbagai wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin menikmati sentuhan seni tradisional Indonesia dengan sentuhan modern.

Museum Pasifika boleh dikatakan sarat akan estetika dan keindahan seni dari karya para seniman didalamnya. Berbagai karya dari seniman ternama, seperti Le Mayeur, Antonio Blanco, dan Renato Christiano terdapat dalam museum ini. Tak ketinggalan karya seni dari Emilio Ambron, Miguel Covarrubias, dan Theo Meier yang sangat memukau. Uniknya, Theo Meier adalah seniman pertama yang menjadi ikon pembukaan pameran saat Museum Pasifika pertama kali dibuka untuk umum. Museum yang sarat akan inspirasi ini akan membawa kita ke dalam petualangan sejarah seni lintas wilayah Asia Pasifik.

Secara umum, Museum Pasifika yang berdiri di atas tanah seluas 12.000 m2 ini terdiri dari 8 paviliun dan 11 ruangan untuk pameran berbagai karya seni, memiliki sekitar 600 karya seni dari 200 seniman yang berasal dari Indonesia, Melanesia, Pasifik, Polinesia, Indochina, Peninsula, dan beberapa negara lain di Asia. Masing-masing ruangan menyimpan lukisan sesuai asal negara si pelukis, yaitu:
Ruang 1 : Terdapat lukisan dari maestro yang berasal dari Indonesia, antara lain Raden Saleh, Affandi, Hendra Gunawan, Ida Bagus Nyoman Rai, dan Nyoman Gunarsa.
Ruang 2 : Di ruangan ini tersimpan lukisan serta buku-buku sastra yang berasal dari Italia. Sebut saja Renato Christiano yang menampilkan wanita Indonesia zaman penjajahan Belanda, Gilda Ambron, Piero Antonio Garriazo di mana objek lukisannya adalah tentang perempuan-perempuan Indonesia, pemandangan sawah, dan perkampungan tempoe dulu.
Ruang 3 : Disebut juga ruang Belanda dikarenakan di ruangan ini tersimpan lukisan dan diorama pelukis Belanda yang pernah tinggal Indonesia, seperti Wilem Gerard Hofker, Isac Israel, Hendrik Paulides, dan lain-lain.
Ruang 4 : Di sini dipamerkan lukisan hasil karya seniman berkebangsaan Prancis, antara lain Paul Gerrard, Pierre Sicard, dan Lea Lafugie.
Ruang 5 : Ruangan yang penuh dengan lukisan yang berasal dari pelukis Eropa-Jerman, Inggris, dan Swedia. Tidak kalah pentingnya di ruangan ini terdapat satu surat asli berisi tulisan tangan dari Presiden RI, Ir, Soekarno yang ditujukan kepada Le-Mayeur yang meminta kesediaannya mengajarkan melukis kepada Abdullah yang kemudian kita kenal dengan nama Basuki Abdullah.
Ruang 6 : Tempat diselenggarakannya pameran dengan segala pernak-pernik ala Bali tradisional seperti lukisan dan topeng Barong yang sering dipertunjukkan di pesta Barong dan Tari Kecak. Di depan ruang 6 ini terdapat sebuah taman yang indah. Di mana terkadang dijadikan tempat pertunjukan seni tari untuk menghibur tamu penting dari penjuru dunia.
Ruang 7 : Ruangan ini dinamakan ruang Indo-China, semua lukisan diruangan ini merupakan karya seni dari pelukis asal Vietnam, Thailand, Kamboja, dan Hongkong.
Ruang 8 : Disebut juga ruangan Asia, didominasi lukisan Opium khas negeri Tiongkok. (tema lukisan disini meggambarkan keadaan pecandu opium di daratan China pada abad pertengahan).
Ruang 9 : Di ruangan banyak terdapat patung-patung artefak, bekas perahu kayu, sangkar burung, baju besi perang, dan berbagai macam ornamen lainnya yang dipakai orang-orang Asia Pasifik di abad pertengahan.
Ruang 10 : Ruang Tahiti di mana semua hasil karya pelukis Tahiti dikumpulkan disini. Ada satu lukisan yang luar biasa berjudul Taj Mahal, India. Lukisan ini menggambarkan istana Taj Mahal di tahun 1955 dengan pelataran hutan liar membuat istana kuno itu menjadi berkesan mewah juga teduh dan angker.
Ruang 11 : Ruang terakhir yang menyimpan kain Ulos (kain ciri khas Batak untuk upacara adat) yang terbesar di dunia membentang dengan panjang hampir 20 meter dengan tinggi kain 2 meter tanpa ada sambungan jahitan sedikitpun.

Museum Pasifika juga menjadi tempat ASEAN Art Exhibition dalam rangkaian kegiatan KTT ASEAN ke-19 dan ASEAN Fair yang berlangsung di Bali pada 24 Oktober sampai 23 November lalu. Pameran ini akan menggambarkan bagaimana kesatuan dalam keragaman kawasan ASEAN yang menyajikan karya seni yang mewakili 10 negara anggota ASEAN, yaitu Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Filipina dan Vietnam. Spektrum gaya yang dihadirkan seniman ini beraneka ragam, mulai dari naturalis sampai kontemporer. Gaya seni ini sekaligus mencerminkan pilihan individu serta perbedaan dalam perjalanan sejarahnya.

Tak ketinggalan pagelaran acara ASEAN Blogger Conference yang dilaksanakan di Museum Pasifika. Sebagai tempat yang memiliki cita rasa seni yang tinggi, Museum Pasifika menunjukkan bahwa keanekaragaman kultural dan sosial di Indonesia sangatlah beragam. Secara tidak langsung, panitia ASEAN Blogger Conference menunjukkan pada Blogger ASEAN bahwa kebudayaan Indonesia sangat menarik untuk dipelajari, dipahami, dan dipromosikan sebagai warisan budaya dunia yang tidak ternilai harganya.

Sebagai tempat wisata, Museum Pasifika memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Hal ini tentu patut dikembangkan agar citra museum di Indonesia dapat direvitalisasi dan menjadi sebuah tempat wisata menarik yang layak dikunjungi. Jika Perancis memiliki museum seni bernama Museum Louvre, maka Indonesia pun memiliki museum seni bernama Museum Pasifika. Dengan Museum Pasifika, hendaknya Indonesia dapat mengemas kekayaan budaya bangsa Indonesia dan Asia menjadi sebuah sajian karya seni yang utuh dan mengesankan.

Museum Pasifika juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti restaurant, rest room, function room, toilet, dan lahan parkir yang luas. Museum Pasifika berjarak sekitar 24 km dari Kota Denpasar, sehingga apabila kita ingin mengunjungi museum ini diperlukan waktu kira-kira 33 menit perjalanan. Waktu yang cukup singkat dan terbayar dengan sentuhan seni yang akan kita saksikan didalamnya. Ibarat sayur tanpa garam, rasanya kurang lengkap pergi ke Bali tanpa berkunjung ke Museum Pasifika.

Waktu berjam-jam tak akan terasa terlewati ketika menikmati karya seni yang ada di setiap bagiannya. Kita seolah dibawa ke dalam pusaran waktu sejarah untuk mengenal budaya Asia lebih dekat. Tentunya sentuhan itu akan kita dapatkan secara modern dengan penataan dan arsitektur yang menawan di Museum Pasifika ini. Penilaian kita terhadap museum pun berganti dari tempat yang angker menjadi tempat yang megah dan tak terlupakan. Maka dari itu, visit Museum Pasifika dan nikmati sentuhan seni didalamnya.