Life Is A Book - Berbagi inspirasi dan kreasi lewat kata. Mengisi lembaran kehidupan dengan cerita dan kisah. Sebuah kumpulan memoar kehidupan dalam jejak waktu dan ruang. Selamat menjelajah dan menikmati petualangan literasi dalam setiap alurnya - Life Is A Book

Sabtu, 31 Juli 2010

Bangga Jadi Anak Bangsa

Bangga Jadi Anak Bangsa
Oleh. Daniel Hermawan

Belia pasti tahu dong tren fashion dan rambut yang sedang digandrungi remaja saat ini. Mulai dari gaya harajuku hingga sambung rambut, seolah tidak lepas dari kehidupan kita dewasa ini. Banyak remaja bangga setelah mengadaptasi gaya yang dipopulerkan bangsa lain. Status manusia up to date dan fashionista pun seakan melekat dalam diri kita setelah mengikuti tren gaya yang beredar.

Era globalisasi memang membuat pertukaran budaya antarbangsa berlangsung sangat cepat. Budaya asing yang awalnya tabu untuk dilakukan bangsa kita, kini menjadi tren yang amat membudaya di Indonesia. Salah satu contohnya adalah budaya memakai tank top. Pada masa orang tua kita, budaya berpakaian seperti ini belum dikenal. Wanita Indonesia umumnya harus memakai pakaian tertutup semacam kebaya untuk menjaga kesopanan. Sekarang, pakaian model terbuka sudah menjadi mode pasaran di Indonesia.

Memang tak dapat dimungkiri, remaja adalah masa untuk mencari jati diri. Sayangnya karena banyaknya pengaruh budaya yang ditularkan lewat media, terutama televisi dan internet, remaja seakan dituntut harus mengikuti tren tertentu untuk bisa dianggap gaul. Padahal kenyataannya tidak demikian, bukan? Jika saja pola pikir kita terhadap budaya bangsa sudah baik, tentu kita bisa mengadaptasi budaya Indonesia sebagai tren baru yang tidak kalah uniknya dengan yang sudah ada sekarang.

Coba lihat negara Jepang yang memegang teguh budaya leluhurnya. Mereka tak tergoyahkan dalam memakai kimono yang kita anggap jadul. Justru mereka menjadikannya pakaian wajib. Sikap inilah yang harus muncul dalam diri kita sebagai anak bangsa. Sudah saatnya kita sadar untuk tidak copy paste budaya asing dan menjadi diri kita sendiri. Rasanya sangat tidak adil bagi Indonesia, jika anak bangsanya lebih cinta budaya asing dibanding budaya nenek moyangnya.

Mulailah untuk mencintai budaya bangsa, baik itu batik, angklung, kebaya, kesopanan, bahasa Indonesia, dan budaya Indonesia lainnya. Bangsa kita dikenal karena keanekaragaman budayanya yang mempesona. Tentu tugas kita sebagai anak bangsa adalah melestarikan dan mengembangkan budaya tersebut agar lebih dikenal oleh masyarakat dunia. Sudah saatnya kita menciptakan tren baru, bukan lagi menjadi pengikut mode. Dengan begitu, kita bangga menjadi anak bangsa yang kreatif dan inovatif dalam menjunjung tinggi budaya Indonesia.

~ oOo ~