Life Is A Book - Berbagi inspirasi dan kreasi lewat kata. Mengisi lembaran kehidupan dengan cerita dan kisah. Sebuah kumpulan memoar kehidupan dalam jejak waktu dan ruang. Selamat menjelajah dan menikmati petualangan literasi dalam setiap alurnya - Life Is A Book

Jumat, 31 Desember 2010

Kamis, 30 Desember 2010

BAGUS : Upaya Cerdas dalam Menyikapi Era Keterbukaan Informasi Publik

Lomba Karya Tulis XL Award 2010 Kategori Umum
Tema : “Upaya XL memberikan layanan telekomunikasi terbaik bagi pelanggan dan Indonesia”
Tema Pilihan : “Dampak tarif telekomunikasi yang murah terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia”

BAGUS : Upaya Cerdas dalam Menyikapi Era Keterbukaan Informasi Publik

Tak dapat dimungkiri jika kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi telah membawa kita ke sebuah peradaban baru yang dinamakan era keterbukaan informasi publik. Hal ini terlihat dari adanya perang tarif yang diadakan oleh sejumlah operator seluler guna menarik pelanggan baru. Secara global, era ini ditandai dengan munculnya gadget baru terkini, seperti smartphones, iPad, Blackberry, handphone tablet, dan masih banyak lainnya. Belum lagi munculnya Android sebagai sistem operasi terkini yang semakin memudahkan kita dalam berkomunikasi secara cepat.

Dilihat dari sudut pandang produsen, kemajuan dan perang tarif bukanlah hal yang menguntungkan. Prinsip ceteris paribus yang berbunyi: “mengeluarkan jasa sekecil-kecilnya demi mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya” mungkin sulit untuk diterapkan dan pada akhirnya dapat mematikan operator yang kalah bersaing. Seleksi alam yang diciptakan para produsen gadget dan operator seluler ini membuat hanya produsen yang kuat dan memiliki kualitas terbaiklah yang bertahan. Dalam hal ini, saya melihat XL termasuk dalam daftar operator seluler yang berhasil lolos dari seleksi alam.

Bagi konsumen, kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi ini memberikan dampak yang sangat positif bagi kemajuan dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Dapat kita lihat bahwa hampir semua orang, baik masyarakat kalangan menengah ke atas maupun ke bawah yang mempunyai handphone. Kemajuan dan perkembangan gadget membuat gadget lama harus menurunkan harga dagang demi menarik banyak konsumen. Alhasil, gadget yang semula menjadi barang berharga dan mewah, kini menjadi sesuatu yang lumrah dimiliki masyarakat Indonesia.

Pergeseran teknologi dari kebutuhan tersier menjadi sekunder juga mempermudah masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Apalagi operator seluler yang ada dari hari ke hari semakin bertambah banyak dan bersaing untuk mendapatkan banyak konsumen. Tak heran perang tarif menjadi pilihan sebagian operator. Operator yang tidak sanggup mengikuti perkembangan zaman akan terdegradasi dan kalah dalam persaingan. Selebihnya, akan terus bersaing hingga akhirnya publik menentukkan pilihannya pada provider tertentu.

Akses internet juga bukan lagi hal yang sulit bagi masyarakat Indonesia. Menurut Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 45 juta orang. Hal ini diakibatnya munculnya tren baru dalam berselancar di dunia maya, yakni mobile internet. Dengan mudah, masyarakat bisa membuka situs internet tanpa perlu menggunakan komputer, laptop, atau pergi ke warnet. Semua kini tersedia dalam genggaman masyarakat asalkan handphone tersebut tersambung ke internet dan memiliki fasilitas WiFi.

Kemudahan akses internet ini juga membuat perkembangan situs jejaring sosial di Indonesia meningkat dratis. Menurut data statistik yang dilansir CheckFacebook.com, jumlah pengguna Facebook di Indonesia telah masuk 10 besar jumlah pengguna Facebook terbesar di dunia. Indonesia bertengger di peringkat tujuh, mengatasi Australia, Spanyol, dan Kolombia di peringkat 10. Diketahui Indonesia merupakan negara dengan jumlah Facebook terbesar kedua setelah Turki di Benua Asia, yakni sebesar 5.949.740 pengguna. Sementara Turki, yang menduduki peringkat keempat di dunia, memiliki 10.926.180 pengguna.

Tidak jauh berbeda dengan Facebook, pengguna Twitter juga memberi kesimpulan yang sama. Pengguna Twitter dari Indonesia menduduki ranking nomor satu di Asia Pacific (20.8%). Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa era keterbukaan informasi publik sudah masuk dalam kehidupan kita sehari-hari. Pertukaran informasi, budaya, dan data pun dapat dilakukan dengan mudah hanya dengan koneksi internet. Semua informasi yang kita butuhkan dapat kita cari di situs pencari dengan cepat dan mudah.

Pemerintah pun mengantisipasi dampak dari adanya era keterbukaan informasi publik. Sejak 1 Mei 2010, UU Nomor 14 Tahun 2008 mengenai Keterbukaan Informasi Publik akan efektif diberlakukan. UU ini berlaku setelah pemerintah diberikan kesempatan untuk mempersiapkan segala piranti pelaksanaan selama dua tahun ini. Pemerintah menyadari bahwa kebutuhan informasi merupakan kebutuhan krusial di era globalisasi ini dan harus disikapi dengan cerdas dan bertanggung jawab.

Sayangnya, era keterbukaan informasi publik ini juga sempat dimanfaatkan oleh beberapa oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab. Sebut saja, kasus video porno yang melibatkan tiga artis papan atas Indonesia, yakni Ariel “Peterpan”, Luna Maya, dan Cut Tari. Dengan memanfaatkan situs jejaring sosial Facebook dan Youtube, video yang menampilkan adegan ranjang itu menyebar dengan cepat di kalangan masyarakat. Hanya dalam hitungan jam, sudah lebih dari 100.000 orang yang menyaksikan video porno tersebut. Bahkan ada juga masyarakat yang mengunduh, menyimpan, dan menjualnya dalam CD. Hal ini secara otomatis mengakibatkan turunnya kredibilitas dan penilaian masyarakat terhadap artis yang menjadi figur publik tersebut.

Kasus tersebut merupakan salah satu contoh pemanfaatan teknologi yang tidak tepat dan berakibat fatal bagi sebagian orang. Era keterbukaan informasi publik juga diwarnai kasus penculikan, pengejekan, pelecehan SARA, dan pembocoran rahasia negara oleh oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab. Tentu hal ini mengakibatkan fungsi teknologi yang semula positif untuk mempermudah aktivitas dan komunikasi manusia menjadi tercoreng. Sebagian golongan masyarakat bahkan mengharamkan internet karena kasus tersebut.

Selama bulan Desember, kita juga dikejutkan dengan aksi penyebarluasan dokumen rahasia negara oleh situs WikiLeaks. Situs yang didirikan Julian Assange ini membuat citra Amerika runtuh di mata dunia setelah sebagian dokumen kecurangan dan penipuan terungkap dan dapat dibaca oleh publik. Tak ayal hal ini membuat Amerika geram. Belum lagi muncul IndoLeaks yang konon memuat dokumen rahasia negara Indonesia karena pengaruh WikiLeaks. Era keterbukaan informasi publik membuat masyarakat dapat mengetahui informasi yang seharusnya tidak menjadi konsumsi publik.

Dalam menyikapi itu semua, tentu sangat tidak tepat menghakimi internet sebagai momok pembawa masalah bagi bangsa kita. Jika kita berpikir secara objektif, maka sebenarnya manfaat internet jauh lebih besar dari kerugian yang diberikannya. Sebut saja, muncul metode pembelajaran baru dengan label e-learning. Metode e-learning membuat masyarakat yang tinggal di seluruh wilayah dunia dapat mengenyam pendidikan dengan baik melalui koneksi internet. Ada juga e-commerce yang merupakan manifestasi bisnis terbaru di mana memakan biaya promosi yang jauh lebih murah dan terjangkau. Sasaran pasar yang luas dan akses 24 jam merupakan kemudahan yang ditawarkan internet dalam berbisnis online. Tentu hal ini mendegradasi dampak negatif dari internet.

Tentu baik buruknya internet juga bergantung pada penggunanya karena walau bagaimanapun internet adalah media atau sarana untuk bertukar informasi. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana pengguna internet menggunakan media tersebut, entah itu baik atau buruk. Sayangnya, era keterbukaan informasi publik ini tidak mempunyai filter tersendiri dan bersifat bebas, sehingga hal baik dan hal buruk dapat berbaur menjadi satu dan menjadi konsumsi publik.

Kemudahan dan harga yang relatif murah dalam menggunakan fasilitas komunikasi dan informasi ini tentu seyogianya kita manfaatkan untuk mengembangkan taraf kehidupan kita masing-masing. Dalam mewujudkan itu semua, dibutuhkan upaya yang BAGUS. BAGUS akan memberi dampak positif bagi perkembangan era keterbukaan informasi publik agar masyarakat senantiasa bertanggung jawab dan memiliki sikap yang tepat dalam menyikapi perkembangan teknologi.

B – Bertanggung jawab
Dalam menyikapi era keterbukaan informasi publik, tentu kita harus bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan dalam memanfaatkan informasi dan komunikasi yang ada. Bukan berarti karena tarif yang murah, akses yang cepat, dan kemudahan membuat akun jejaring sosial, kita menjadi pribadi yang tidak menjunjung tinggi etika. Perlu kita camkan bahwa dunia maya juga sama seperti dunia nyata. Sikap yang kita tunjukkan di dunia maya akan menunjukkan siapa jati diri kita sesungguhnya.

Tanggung jawab dalam memanfaatkan tarif telekomunikasi yang murah juga dapat ditunjukkan dengan memanfaatkan fasilitas informasi yang ada untuk pengembangan pribadi. Sebut saja, memperkaya ilmu pengetahuan, mengetahui hal-hal terbaru yang terjadi di dunia, mengamati perkembangan IPTEK, dan lain sebagainya. Tentu itu semua jauh lebih berarti dibandingkan memanfaatkan teknologi hanya untuk bermain, mengupdate status secara berkala, ataupun bertaruh secara online.

Tanggung jawab di sini adalah ada dampak atau hasil yang kita dapatkan dari penggunaan jaringan telekomunikasi. Bisa itu berupa pengetahuan, materi, maupun menambah teman secara positif. Tentu pemanfaatan telekomunikasi secara positif ini juga sekaligus membantu bangsa kita dalam meningkatkan devisa dan menghasilkan kader-kader generasi muda bangsa yang kelak dapat diandalkan untuk memimpin bangsa ini di masa mendatang.

A – Aplikatif
Ada anggapan bahwa banyak orang yang bisa memiliki banyak gadget canggih, tetapi hanya sedikit yang bisa menggunakannya dengan baik dan bermanfaat. Jika kita kaji lebih lanjut anggapan ini dapat kita terima dengan baik. Banyak masyarakat berlomba-lomba membeli gadget baru, seperti BlackBerry, iPhone, iPad, dan lain sebagainya. Ketika sampai di rumah, gadget itu hanya difungsikan seperti gadget biasa. BlackBerry tetap hanya digunakan untuk SMS dan telepon. iPad hanya digunakan untuk bermain. Just it. Tidak ada sesuatu yang spesial dengan teknologi tercanggih itu.

Tentu kita harus cerdas dalam memanfaatkan gadget terbaru untuk menghasilkan impact yang berarti bagi diri kita. Sebut saja, BlackBerry. Jangan membeli gadget hanya karena tren atau ajakan teman-teman. Pikirkan manfaat dan kegunaan yang akan kita terima dari teknologi tersebut. BlackBerry, misalnya. Ketika kita memilikinya, pikirkan apa yang bisa kita perbuat dengan gadget tersebut. Aplikasi yang ada, seperti BlackBerry Messager (BBM), aplikasi Facebook, e-mail, dan lain sebagainya harus kita aplikasikan secara nyata untuk kemajuan diri kita.

Kita bisa menggunakan BlackBerry untuk mempermudah komunikasi dalam usaha kita. Dengan fasilitas canggih yang dimiliki, BlackBerry menjawab kebutuhan yang kita miliki. Itulah hal terpenting yang harus kita tanamkan dari penggunaan teknologi. Hal yang sama juga harus kita terapkan pada iPad, iPhone, dan produk keluaran terbaru lainnya. Jadikan gadget tersebut sebagai media untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Hal tersebut akan membuat gadget tersebut jauh lebih bernilai yang tidak dapat diukur dari rupiah karena banyaknya hasil yang kita dapatkan dari gadget tersebut.

G – Gesit
Tarif telekomunikasi dan harga gadget yang murah juga harus membuat kita lebih gesit dari sebelumnya. Kita harus secara aktif mencari peluang dan memanfaatkannya secara optimal. Kemajuan komunikasi dapat mempermudah kita untuk mengetahui informasi tertentu yang kita butuhkan. Sebut saja, harga bursa saham, emas, peluang usaha, info lomba, dan lain sebagainya. Dengan kemudahan komunikasi, jangan lantas kita terlena dan membiarkan peluang tersebut berlalu begitu saja. Kita harus gesit dan aktif mencari peluang demi kebaikan dan peningkatan taraf hidup kita masing-masing.

Kemudahan telekomunikasi yang murah ini juga seyogianya dapat membuka peluang usaha yang besar bagi masyarakat Indonesia. Sayangnya, hal ini belum menjadi paradigma masyarakat karena terpaku pada bagaimana cara untuk mencari kerja. Kemudahan akses internet yang ditawarkan sudah seyogianya membuat masyarakat semakin gesit untuk menciptakan usaha. Jika kita lihat secara nyata, banyak pebisnis muda yang sukses melakukan usaha lewat dunia maya. Tentu masyarakat dapat mencontohnya dan otomatis langkah ini akan mengurangi jumlah penggangguran di Indonesia secara signifikan.

U – Useful
Telekomunikasi yang murah juga harus berguna dalam mengembangkan taraf hidup kita. Jika kita mengkaji lebih dalam, banyak operator seluler di Indonesia yang terkesan asal dalam memberikan promo jasa telekomunikasi. Tarif yang murah pada dini hari dan telepon sepuasnya setiap hari seolah mencitrakan bahwa teknologi, khususnya di bidang telekomunikasi telah menjajah kehidupan manusia sepenuhnya. Ingat, manusia harus menguasai teknologi, bukan teknologi yang menguasai manusia.

Saya mengapresiasi promo XL yang memberikan gratis 10 menit selama 4 hari. Hal ini sangat bermanfaat karena dapat digunakan kapan saja tanpa ada patokan waktu tertentu. Kebutuhan komunikasi pun terpenuhi dengan baik karena XL memfasilitasi penggunanya untuk menelepon secara gratis. Otomatis XL mempermudah komunikasi yang membuat arus mobilisasi kegiatan masyarakat menjadi lancar. Hal ini juga menunjukkan bahwa telekomunikasi murah juga sangat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita.

S – Share
Telekomunikasi yang murah juga membuat kita harus berbagi kebaikan dengan sesama. Kita bisa melakukan itu semua dengan hal-hal kecil melalui kemudahan teknologi. Menyebarkan status positif, menulis catatan yang membangun, menyebarkan gerakan kepedulian, mengusung kampanye lingkungan hidup, dan lain sebagainya. Tentu kemudahan telekomunikasi akan membuat langkah kepedulian kita untuk berbagi semakin cepat dan mudah. Kita menjadi pribadi yang bersifat sosial, bukan menjadi antisosial karena teknologi.

Penulis melihat banyak orang yang berbagi di dunia maya mendapat dampak yang luar biasa di dunia nyata. Sebut saja, Justin Bieber yang hanya mengunggah video menyanyinya secara gratis kini mendapat dampak menjadi seorang selebritis ternama di dunia. Berbagi tidaklah merugikan bagi kita. Pemberian kita akan kembali dalam wujud lain tergantung dari apa yang kita berikan bagi orang lain. Tentu berbagi juga akan meningkatkan citra kita secara tidak langsung. Citra yang baik tentu akan meningkatkan taraf hidup kita karena dengan berbagi, banyak orang yang bersedia berbagi dengan kita.

Era keterbukaan informasi publik dapat diibaratkan sebagai pedang bermata dua. Ia bisa menjadi sahabat yang baik ketika digunakan dengan bijak sesuai prinsip BAGUS. Ia juga bisa menjadi musuh yang menakutkan ketika kita menggunakan secara tidak bertanggung jawab. Maka dari itu, mari kita sikapi era keterbukaan informasi secara cerdas dengan tarif telekomunikasi yang murah demi meningkatnya taraf hidup bangsa kita.

Referensi :
http://nasional.kompas.com/read/2010/04/30/20510043/Masuki.Era.Keterbukaan.Informasi.Publik
http://jurnalistikuinsgd.wordpress.com/2007/04/19/empat-era-komunikasi/
http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2010/11/20/pengaruh-perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-da http://tekno.kompas.com/read/2010/09/20/15412739/Pengguna.Internet.di.Indonesia.Capai.45.Juta lam-era-globalisasi/
http://teknologi.vivanews.com/news/read/62358-latah_bola_vs_demam_facebook
http://rahard.wordpress.com/2010/08/13/pengguna-twitter-indonesia-no-1-di-asia-pasifik/

~ oOo ~

Minggu, 05 Desember 2010

Lukisan Tua


banner-flash-fiction
Langkah kakiku perlahan merapat menelusuri lorong yang ada di rumah tua itu. Sesekali aku menoleh ke belakang untuk memastikan keberadaan Roni. Ternyata, ia masih ada di belakangku.

Ku telusuri setiap kamar yang ada di penjuru rumah. Debu beterbangan membuatku terbatuk-batuk. Gema batukku terdengar menggema. Memecah keheningan rumah tak berpenghuni ini.

“Ri, aku pergi ke luar dulu ya. Mau ke kamar mandi.”

Ku anggukkan kepalaku perlahan. Suasana rumah yang gelap membuat bulu kudukku berdiri. Ku amati lekat setiap lukisan yang tergantung di dinding rumah. Semua lukisan itu terasa begitu hidup.

“Ari, ari…”

Aku mencoba mencari suara itu.

“Ron, itu kamu.”

Hening sesaat.

“Bukan…”

Ku pandangi lekat lukisan tua di dinding. Tampak wanita tua sedang menatap tajam padaku sambil tersenyum.

“Halo Ari! Senang bertemu denganmu.”

Mila, Si Anak Ajaib

Lomba Celoteh Anak Blogfam

Mila, Si Anak Ajaib

banner-celoteh-anak
Masa anak-anak pastinya menjadi masa-masa paling menyenangkan, sekaligus merepotkan bagi orang tua di seluruh dunia. Repot karena kerewelan dan sulitnya mengatur anak-anak yang masih kecil nan lincah. Sebagai orang tua, tentu kita tidak mungkin bermain kucing-kucingan dengan anak sendiri, bukan? Bisa-bisa kita ngos-ngosan mengejar anak untuk makan, mandi, dan belajar.

Di balik itu, ternyata banyak hal menyenangkan yang kita dapatkan dari dunia anak-anak lho. Sadar tidak sadar, anak-anak banyak mempengaruhi kita untuk tetap tersenyum dan bergembira sepanjang saat. Anak-anak yang masih polos, lucu, dan menggemaskan itu punya imajinasi yang tinggi. Berbeda dengan kita yang sudah berumur, yang berpikir realistis dan apa adanya. Nah dari imajinasi itulah, anak-anak melantunkan celotehan yang membuat saya tidak habis pikir dan tertawa terbahak-bahak.

Waktu itu, saya sedang mencuci piring di dapur. Kebetulan hari mulai beranjak maghrib dan tiba saatnya bagi saya untuk memandikan si kecil. “Mil, ayo ke sini. Sekarang kita mandi yuk!” ajak saya padanya. “Ga mau ah. Mila masih mau main.” balasnya cepat. Aku pun menghampiri Mila yang sedang sibuk berkutat dengan boneka Barbienya. “Cepat Mila nanti kamu masuk angin!” kata saya perlahan. Ku lihat Mila tetap asyik saja dengan properti Barbie lainnya tanpa mempedulikan saya.

Krik… krik… krik… Waktu pun berjalan dengan lambatnya. Tidak ada respon dari Mila sedikitpun. “Mila, cepat mandi! Mama mau beresin pekerjaan yang lain!” kataku cepat. Kali ini, Mila menatapku dengan polos. “Tapi Mila juga mau mandiin Barbienya, Ma. Kasihan nanti mereka bau.” katanya sambil menunjukkan wajah tak berdosa. Gubrak! “Ya sayang, nanti Barbienya bisa kamu mandiin setelah kamu mandi ya.” kataku mulai tak sabar.

Mila kembali sibuk dengan aktivitasnya. “Mila, kamu mau masuk angin ya?” kataku kencang. “Ih, mama kenapa rebut sih. Di sini ga ada angin, Ma. Jendela udah Mila tutup semua. Ga mungkin Mila masuk angin dong, Ma. Gimana sih mama?” katanya cepat. Aku kehabisan kata-kata untuk menghadapi anak ajaib ini. Akhirnya, ku tarik paksa Mila ke kamar mandi.

“Mila, sekarang kamu ikut mama ke kamar mandi!” perintahku cepat sambil menarik lengan Mila. Mila pun beranjak turun dari kursinya sambil melambai pada boneka Barbienya. “Barbie, dadah. Nanti aku dandanin kamu lagi ya.” katanya perlahan. Aku manarik nafas sejenak.

“Ma, kenapa sih papa suka semprot-semprot parfum di kamar? Padahal kan kamarnya ga bau.” tanya Mila perlahan. Aku pun menjawab sambil membersihkan sabun yang ada di sekujur tubuhnya. “Mila, papa itu sedang semprot obat nyamuk, bukan parfum. Obat nyamuk itu fungsinya buat bunuh nyamuk. Di kamar papa kebetulan banyak nyamuk yang gigit kaki papa. Gitu.” jawabku sesingkat-singkatnya. “Lho kok nyamuknya dikasih obat nyamuk. Bukannya nyamuknya jadi sembuh udah makan obat nyamuk?” tanyanya polos. Gubrak! Lagi-lagi aku kalah telah dari Mila.

Sesudah mandi, Mila pun ku ajak untuk menelepon papanya. “Mila, nanti kamu telepon papa dulu ya. Kamu harus bilang ‘aku sayang papa’ ya. Ngerti Mila?” tanyaku perlahan. Mila pun mengangguk-anggukan kepalanya. Ku sambungkan telepon ke ponsel ayahnya. Aku pun menyodorkan telepon ke Mila. “Ayo jawab sesuai yang mama minta ya Mila.” bisikku padanya. Telepon pun tersambung.

“Halo…” katanya panjang. “Mila? Halo juga. Ada apa, Nak?” tanya suara di seberang sana. “Aku dipaksa mama suruh bilang aku sayang papa.” kata Mila singkat. What’s? Ku dengar papanya tertawa cekikikan di telepon. “Mila, nanti kamu bilang ‘papa sayang mama’ ya ke mama. Bilang dipaksa papa. Dadah Mila.” kata papanya sambil menutup telepon. Mila hanya memandangku dengan tatapan tak bersalah.

Aku pun terkekeh melihat tingkah anak kecilku ini. Memang dunia anak sulit diselami orang tua sepertiku. Bangga juga aku memiliki Mila, si anak ajaib itu dengan celoteh polosnya.

Kamis, 28 Oktober 2010

Saya ingin belajar di JCU Singapore karena…

Penulisan Blog Ter-Kreatif JCU Singapore

Saya ingin belajar di JCU Singapore karena…

Pendidikan merupakan investasi terbesar di era globalisasi ini. Banyak remaja yang ingin melanjutkan pendidikannya di universitas ternama demi menunjang masa depan, karier, dan kesuksesan mereka. Sebagai pelajar yang duduk di kelas XII, saya dihadapkan pada dilema akan berbagai pilihan kompleks dalam memilih universitas terbaik. Saya melihat setiap universitas memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing, sehingga sangat sulit untuk menentukkan pilihan di masa-masa peralihan menuju mahasiswa.

Suatu kali, saya membuka internet untuk mencari beasiswa dalam kelanjutan studi saya di universitas. Mata saya terpaku pada www.jcu.edu.sg, situs resmi dari JCU Singapore. Saya pikir studi di luar negeri tidak mungkin bagi saya. Biaya pendidikan yang mahal dan perbedaan budaya yang ada membuat saya berpikir lebih baik melanjutkan studi di luar negeri. Saya pun membaca sepintas dan saya menyadari bahwa saya keliru menilai JCU Singapore sama seperti universitas lainnya.

Saya pun membaca setiap fakta dan uraian yang dipaparkan dalam website tersebut. Perlahan namun pasti, muncul dorongan yang kuat untuk melanjutkan studi di JCU Singapore. Saya ingin belajar di JCU Singapore karena PINTAR.

P – Prestasi
Saya melihat JCU Singapore telah menorehkan catatan yang mengagumkan dengan menempati posisi ke-4 universitas terbaik di dunia. Di samping itu, universitas yang berdiri sejak tahun 2003 di Australia ini juga menjadi universitas riset terkemuka yang kualitas lulusannya tidak perlu diragukan lagi. Berbagai prestasi tingkat internasional sudah diraih mahasiswa JCU Singapore dan menunjukkan bahwa JCU Singapore bukan sekadar mencetak lulusan yang “berani di kandang sendiri”, tetapi dapat membuktikan intelektualitasnya di kancah dunia.

I – Interaktif
Konsep pembelajaran yang ada di JCU Singapore sangat interaktif karena terjadi komunikasi yang intens antara dosen dan mahasiswa. Berbeda dengan universitas yang pada umumnya hanya mementingkan kuantitas dibandingkan kualitas pengajaran. JCU Singapore benar-benar serius dalam mencerdaskan mahasiswa dengan menyiapkan kelas yang intens dan terdiri dari belasan orang saja. Saya yakin melanjutkan studi di JCU Singapore adalah pilihan yang tepat karena dapat memantapkan dan menjadikan kita menjadi manusia yang cerdas karena intensitas pendidikan yang tinggi.

N – Negara
JCU Singapore didukung penuh oleh negara. Dalam hal ini, lulusan JCU Singapore dapat langsung bekerja di lembaga pemerintahan Singapore. Tentu kita tidak perlu khawatir lagi karena negara menjamin sepenuhnya tunjangan dan gaji kita setelah lulus dari JCU Singapore. Dukungan negara yang kuat inilah yang menjadikan kualitas JCU Singapore benar-benar teruji dan dinamis dalam menanggapi tuntutan zaman.

T – Teknologi
Berbicara tentang teknologi, JCU Singapore mempunyai fasilitas yang berteknologi tinggi. Sebut saja, ruang kuliah, seminar, laboratorium komputer, bistro, dan lapangan olahraga yang kondusif dan memadai untuk menunjang aktivitas pembelajaran. Setiap mahasiswa baru juga mendapat laptop gratis. Hal ini menunjukkan JCU Singapore sangat peduli pada perkembangan teknologi. Mahasiswa secara tidak langsung dididik untuk menguasai teknologi dalam menanggapi tuntutan era globalisasi ini.

A – Aplikatif
Program studi yang ada di JCU Singapore sangat aplikatif untuk diterapkan di dunia karier. Sebut saja, jurusan Manajemen Pariwisata dan Perhotelan. Kita akan dibekali ilmu praktik yang lebih besar dibandingkan teori di kelas. Sebut saja, cara melayani tamu, memasak, menata meja makan, dan lain sebagainya. Ilmu ini juga dapat langsung diterapkan setelah lulus di hotel-hotel yang ada di Singapore. JCU Singapore menyediakan ilmu yang benar-benar aplikatif dan dibutuhkan dewasa ini.

R – Relatif Terjangkau
JCU Singapore memberikan harga yang relatif terjangkau bagi pelajar Indonesia yang ingin mendapatkan universitas terbaik. Dengan kualitas dan peringkat yang tidak perlu diragukan, rasanya jarang sekali menemukan universitas yang menetapkan harga terjangkau bagi pelajar. Di samping itu, JCU Singapore juga memberikan beasiswa bagi pelajar berprestasi untuk melanjutkan studi. Tentu ini menunjukkan JCU Singapore bukanlah universitas yang mengejar keuntungan semata, melainkan kualitas dan kompetensi lulusan yang akan dihasilkan kelak.

Keenam komponen ini menjadi alasan utama saya untuk memilih JCU Singapore sebagai lembaga kelanjutan studi saya. Saya berharap JCU Singapore dapat menjadikan saya pribadi yang memiliki intelektualitas yang tinggi, sekaligus mampu menciptakan kesuksesan selepas dari JCU Singapore. Bravo JCU Singapore! Buat teman-teman yang tertarik, yuk cari tahu lebih lanjut tentang JCU Singapore di www.jcu.edu.sg dan 'Like' my entry di Facebook Fan Page.

~ oOo ~

Jumat, 22 Oktober 2010

Revitalisasi HAM Anak : Upaya Aktif dan Progresif Dalam Regenerasi Harapan Bangsa

Lomba Blog Tingkat Nasional 2010
Tema : “Anak Indonesia Harapan Masa Depan”

Revitalisasi HAM Anak : Upaya Aktif dan Progresif Dalam Regenerasi Harapan Bangsa

Berdasarkan data BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional) tahun 2010, jumlah anak Indonesia yang terancam putus sekolah saat ini mencapai 13 juta yang terdiri dari usia tujuh sampai 15 tahun. Faktor ekonomi menjadi persoalan kompleks yang sampai saat ini dihadapi masyarakat kalangan menengah ke bawah. Tak heran jika banyak keluarga tidak mampu memilih untuk tidak menyekolahkan anak mereka karena terbentur biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Fakta ini diperparah dengan meningkatnya biaya pendidikan dari tahun ke tahun.

Kemiskinan membuat mereka terpaksa harus merelakan masa depan anak demi mencari sesuap nasi. Ironis memang, anak yang seyogianya mendapat HAM untuk pendidikan yang layak, justru harus menjadi tulang punggung keluarga. Hal ini dapat kita saksikan sehari-hari di jalan raya. Anak kecil yang masih berusia sepuluh tahun sudah mengamen dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya. Keselamatan mereka menjadi taruhan demi mendapat recehan dari para pengendara kendaraan bermotor.

Tak dapat dimungkiri jika tingkat kepedulian terhadap anak di Indonesia masih sangat minim. Pemerintah pun seolah dibuat bungkam dengan fakta anak jalanan yang ada di lapangan. Banyak rancangan dan peraturan dirancang sedemikian rupa, namun implementasi nyata di lapangan masih sebatas utopia belaka. Anak jalanan tetap merajai lampu merah dan berkeliaran dengan gitar mereka. Pemerintah masih belum turun tangan untuk merangkul mereka agar mereka bisa mendapat masa depan mereka.

Memang pemerintah sudah mencanangkan program Sekolah Gratis bagi keluarga yang tidak mampu. Namun upaya ini tidak cukup untuk memberikan kelegaan bagi orang tua. Di satu sisi, Sekolah Gratis yang ada tidak benar-benar “gratis” karena mempunyai embel-embel tertentu, seperti biaya buku pelajaran, seragam, dan perlengkapan sekolah lainnya yang memberatkan orang tua. Di sisi lain, muncul paradigma berbeda dari orang tua anak tersebut. Anak yang semula menjadi mesin uang karena berkeliaran di jalan raya, kini tidak lagi produktif karena sekolah. Muncul anggapan sekolah hanya mengurangi penghasilan mereka sehari-hari, sehingga mereka tetap kukuh untuk tidak menyekolahkan anak mereka.

Sampai saat ini, pemerintah kurang memperjuangkan HAM anak untuk mendapat pendidikan. Kebijakan birokrasi dan pemanfaatan APBN untuk pendidikan yang kurang optimal membuat realisasi HAM ini sangat sulit untuk dilakukan. Apalagi pemerintah “seolah” disibukkan dengan merintis Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) untuk meningkatkan gengsi dan eksistensi di kancah internasional. Kondisi ini tentu bertolak belakang dengan nasib jutaan anak yang putus sekolah. Prioritas pemerintah yang tidak ditujukan untuk kesejahteraan anak ini menjadi bumerang dan lingkaran masalah yang tidak terputus dialami oleh anak Indonesia.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap anak juga masih marak terjadi di Indonesia. Anak yang dianggap makhluk kecil tak berdaya ini kerapkali menjadi korban kekerasan orang tua mereka. Anak seolah menjadi barang mainan yang dapat dilakukan seenaknya oleh orang tua mereka sendiri. Padahal, anak adalah aset bangsa yang tidak ternilai harganya. Mereka kelak yang akan mewarisi cita-cita dan harapan bangsa ini. Tentu kita tidak ingin mereka mewarisi dendam, kepedihan, dan kebencian di masa mendatang.

RUU KDRT yang saat ini dirancang pun masih belum efektif direalisasikan di lapangan. Anak masih saja menjadi bulan-bulanan orang tua ketika terjadi pertengkaran suami istri. Anak dipukul, disiksa, dan dicaci ketika tidak menurut. Hal ini tentu berdampak buruk pada psikologis anak tersebut. Mereka dibayang-bayangi trauma dan akhirnya mereka menjadi bersikap menyimpang. Hal ini juga sekaligus menjadi pemicu banyaknya kenakalan remaja di Indonesia. Anak merasa bebas dan tidak mau diatur ketika dewasa karena kecewa dengan perlakuan orang tua mereka. KDRT tentu memupuskan harapan bangsa yang ada di tangan anak.

Kita juga masih sering mendengar kasus pelecehan seksual yang dilakukan terhadap anak. Kasus sodomi yang dilakukan Baekuni (49) terhadap anak jalanan asuhannya memicu keprihatinan kita. Apalagi aksi Baekuni yang dikenal dengan julukan Babeh ini diakhiri dengan mutilasi. Hal ini tentu menunjukkan bahwa anak-anak menjadi objek seksual yang empuk bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. HAM anak dalam hal ini diinjak-injak dan tidak lagi mendapat tempat dalam hati mereka.

Kasus pelecehan ini juga tak jarang dilakukan oleh orang tua mereka sendiri. Anak dipaksa melayani nafsu bejat orang tua dan harus merelakan kesucian mereka direnggut begitu saja. Akibatnya anak menjadi tertutup, trauma, dan tak jarang yang akhirnya memilih bunuh diri sebagai jalan penyelesaian masalah. Mereka tak sanggup menghadapi beban mental yang diakibatkan oleh perilaku bejat orang tua mereka.

Pemerintah masih minim dalam menggiatkan kerja Komnas Perlindungan Anak (KPA) di Indonesia. HAM anak masih saja menjadi barang dagangan yang tidak henti-hentinya diperjualbelikan di Indonesia. Pada akhirnya, anak tidak dapat lagi diandalkan menjadi harapan masa depan karena kualitas pendidikan, mentalitas, dan sikap yang buruk dari pelanggaran terhadap HAM anak. Tentu hal ini patut kita kritisi bersama dan renungkan. Bayangkan jika kader penerus bangsa kita dirusak oleh perilaku amoral oleh generasi sekarang, apa jadinya nasib bangsa ini di masa mendatang.

Anak ibarat sebuah bibit. Mereka akan tumbuh sesuai dengan lingkungan tempat tinggal mereka. Bagaimana didikan, perlakuan, dan pendidikan akan mempengaruhi sikap dan perilaku mereka kelak di masa mendatang. Bagi yang memberi pendidikan dan didikan terbaik, tentu akan menghasilkan anak berprestasi yang potensial sebagai harapan masa depan. Berbeda dengan yang memberi pola asuh dan perlakuan yang buruk, mereka akan menjerumuskan anak ke lubang hitam kegagalan.

Mengingat pentingnya keberadaan anak Indonesia dalam menyongsong masa depan bangsa, tentu kita harus menyiapkan upaya efektif dalam melindungi HAM anak. Hal tersebut dapat dilakukan dengan revitalisasi HAM anak. Hal ini berfungsi sebagai upaya aktif dan progresif dalam regenerasi harapan bangsa. Bagaimana generasi masa kini akan mewariskan kesuksesan mereka pada generasi yang akan datang lewat anak. Tentu dengan adanya revitalisasi ini diharapkan anak dapat meraih masa depan terbaiknya dan menjadi harapan masa depan bangsa yang kelak akan memimpin bangsa ini ke arah yang lebih baik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan FRIEND.

F – Family

Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama yang akan membentuk karakter anak. Baik buruknya perilaku anak dapat dilihat dari didikan keluarga. Keluarga tentu harus memberikan sikap dan teladan yang baik pada anak. Sikap, tingkah laku, perbuatan, dan pola pikir terhadap suatu hal akan ditiru oleh anak. Tanamkan dalam diri anak bahwa mereka berharga dan menjadi prioritas keluarga.

Dalam hal ini, keluarga harus memfasilitasi anak dengan pendidikan yang baik. Saya terharu melihat program Tolong yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi mengisahkan perjuangan seorang ibu untuk mencari nafkah. Ibu itu berkata, “Yang penting, anak saya bisa sekolah. Itu harapan saya sebagai orang tua.” Saya melihat dedikasi dan niat ibu ini sangat besar dalam menyejahterakan nasib anak mereka di masa depan. Paradigma bahwa anak harus lebih baik dari orang tua mereka sangat dijunjung tinggi dan diperjuangkan demi kebaikan anak mereka sendiri. Saya acungkan jempol atas upaya ibu ini.

Kita dapat mencontoh sikap ibu ini terhadap anak. Anak kelak akan mewarisi bangsa ini. Tentu kita ingin bangsa Indonesia lebih maju dari masa ke masa. Anak sebagai tumpuan bangsa di masa depan harus kita pelihara dan didik dengan sebaik mungkin agar memiliki mentalitas yang baik. Lingkungan keluarga akan sangat berpengaruh dalam membentuk jiwa anak. Maka dari itu, sangat penting bagi orang tua untuk mendidik anak mereka dengan sebaik-baiknya dan memenuhi HAM mereka untuk mendapat pendidikan.

R – Responsibility

Pemerintah dan keluarga dalam hal ini bertanggung jawab dan bertugas bahu membahu dalam mempersiapkan anak menjadi kader penerus bangsa yang dapat diandalkan. Bagi pemerintah, hal ini dapat diwujudkan dengan pemberian beasiswa bagi anak yang tidak mampu, menyelenggarakan sekolah gratis yang benar-benar “gratis”, serta mengadakan berbagai kompetisi yang mengasah sportivitas mereka. Bagi keluarga, memenuhi hak anak dalam memperoleh pendidikan, asupan gizi yang cukup, dan keamanan menjadi tanggung jawab yang harus dielam hal ini, pendidikan karakter sangat dibutuhkan anak dalam pembentukan intmban dan ditanamkan sejak dini.

Upaya ini diharapkan dapat membuat anak merasa nyaman dan aman untuk mendapatkan HAM mereka. Anak dapat memperkaya diri mereka dengan pendidikan dan pengetahuan yang ada. Kelak mereka juga akan mempelajari generasi masa kini dan berupaya menjadi generasi masa depan yang dapat diandalkan. ntuk mengembangkan potensinya secara maksimal dan terarah.

I – Integrity

Integritas sangat penting untuk ditanamkan dalam diri anak. Apalagi didasari fakta bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis kepemimpinan. Pemimpin yang duduk di bangku pemerintahan dapat dikatakan tidak mampu mengemban amanat rakyat. Dalam hal ini, pendidikan karakter sangat dibutuhkan anak dalam pembentukan integritas. Integritas akan menuntun anak menjadi pemimpin yang tegas, displin, dan bermoral tinggi. Tentu hal ini juga sekaligus akan mengurangi angka korupsi yang dilakukan pemimpin di masa mendatang. Dengan prinsip seia sekata, anak akan belajar untuk menjadi pribadi yang konsisten dan memiliki passion untuk memajukan Indonesia.

E – Education

Pendidikan memegang peranan penting bagi masa depan anak. Pendidikan akan menjadi katalisator dalam pembangunan bangsa. Anak akan belajar untuk kritis dan responsif dalam menanggapi berbagai persoalan krusial yang saat ini sedang dihadapi bangsa kita. Pendidikan juga menjadi indikator sejauh manakah kualitas anak Indonesia di mata dunia. Maka dari itu, pendidikan sangat penting untuk didapatkan anak guna mempersiapkan mereka menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.

N – Nationality

Akhir-akhir ini, rasa nasionalisme yang dimiliki bangsa kita sangat memprihatinkan. Banyak anak muda yang tidak menghargai budaya dan tradisi bangsa kita yang begitu beragam. Alasannya bermacam-macam. Takut dianggap jadul, kolot, dan culun membuat anak muda menjadi begitu anti terhadap hal yang berbau tradisi Indonesia. Padahal budaya dan tradisi Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya.

Ironisnya, bangsa kita baru bertindak ketika ada negara lain yang ingin mengambil alih budaya bangsa kita. Tari Pendet, misalnya. Ketika tari Indonesia ini jatuh ke tangan negeri tetangga, kita seakan kebakaran jenggot. Berbagai upaya dan gerakan “ganyang” dilakukan untuk menunjukkan kepedulian. Hal ini tentu sangat memprihatinkan karena mentalitas bangsa kita masih labil. Rasa nasionalisme yang ada pun sangat minim dan terancam punah karena adanya arus globalisasi. Globalisasi membuat sebagian orang ingin menjadi dan mengikuti budaya negara lain yang pada akhirnya akan menempatkan bangsa kita menjadi follower, bukan trendsetter bagi masyarakat dunia.

Minimnya rasa nasionalisme pada diri anak juga tampak dalam dunia pendidikan. Hampir semua anak berlomba-lomba untuk bersekolah di luar negeri. Mereka menilai pendidikan di luar negeri jauh lebih baik daripada pendidikan di Indonesia. Setelah lulus, mereka ibarat kacang lupa dengan kulitnya. Mereka pun akhirnya memilih tinggal menetap di luar negeri dengan asumsi bahwa Indonesia negeri yang sangat tidak bersahabat. Padahal perlu mereka ketahui bahwa seburuk-buruknya Indonesia tetaplah bangsa yang sudah melahirkan mereka menjadi manusia hingga saat ini.

Rasa nasionalisme dapat ditanamkan lewat pelajaran Sejarah. Pengajar dapat mendidik siswa untuk mengetahui bagaimana perjuangan para pahlawan pada masa penjajahan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tentu sebagai anak bangsa, kita harus mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan kebanggaan terhadap hal yang telah mereka wariskan. Rasa tanggung jawab akan kelangsungan dan eksistensi bangsa ini dapat menjadi modal awal yang baik untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri anak.

Upaya menumbuhkan rasa nasionalisme ini harus ditanamkan sejak dini oleh orang tua setiap anak. Berikan pemahaman bahwa bangsa ini adalah perjuangan dan hasil pengorbanan para pahlawan. Kebanggaan yang muncul dalam diri anak akan memberi mereka tantangan untuk memajukan bangsa ini lebih baik dari sebelumnya sebagai wujud ucapan terima kasih mereka. Akhirnya, rasa nasionalisme itu akan muncul dan dapat dituangkan dalam berbagai bentuk, seperti memakai batik, menari jaipong, dan berbagai hal lainnya.

D – Destination

Anak Indonesia harus mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini, anak harus mempunyai visi dan misi untuk hidup mereka ke depan. Apa yang akan mereka lakukan dalam membangun bangsa ini menjadi bangsa yang maju? Tentu pemahaman akan tujuan hidup ini harus diperkenalkan lewat lembaga pendidikan. Sekolah berfungsi untuk menelusuri potensi dan bakat anak. Sekolah juga harus memberikan wadah yang tepat agar potensi anak dapat terarah dan dioptimalkan dengan sebaik-baiknya.

Ketika anak sudah mengetahui tujuan hidupnya, mereka tentu akan lebih bersemangat dalam mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan positif. Mereka dapat mengembangkan bakat dan minat mereka secara efektif. Hal ini dapat menjadi modal yang baik bagi negara karena bisa mendapat bibit-bibit unggul harapan bangsa yang bisa memajukan Indonesia kelak di masa mendatang. Dedikasi dan kesungguhan dalam meraih tujuan yang dimiliki anak juga akan membuat mereka berpikir kreatif, aktif, dan terbuka dalam memajukan bangsa Indonesia dengan lebih baik. Pendidikan akan membuat mereka berpikiran terbuka dan dapat mengakomodasi apa yang baik untuk diikuti dan menghindari hal yang buruk.

Upaya revitalisasi HAM anak di atas diharapkan dapat menjadi upaya aktif dan progresif dalam regenerasi harapan bangsa. Anak dibekali dengan harapan, ilmu, cita-cita, sikap, mentalitas, dan karakter yang baik untuk memajukan bangsa ini. Regenerasi harapan bangsa yang diharapkan pun dapat direalisasikan dengan baik karena anak sudah mempunyai modal awal yang baik untuk membangun bangsa ini kelak. Bangsa ini dapat keluar dari krisis multidimensional yang saat ini sedang terjadi, asalkan pemerintah dan keluarga mampu melakukan revitalisasi terhadap HAM anak dan mempersiapkan anak menjadi aset harapan masa depan yang tidak ternilai harganya.

Link : http://smartblogcompetition.blogspot.com

~ oOo ~

Minggu, 17 Oktober 2010

Semangat Kemerdekaan Indonesia

Semangat Kemerdekaan Indonesia

Tak terasa kita sudah memasuki bulan Agustus, bulan proklamasi dan kemerdekaan bangsa kita. Sebagai anak bangsa, tentu kita patut bangga dengan jasa para proklamator dan pahlawan bangsa yang menghantarkan kita hingga sampai pada 65 tahun yang bebas dari tangan para penjajah. Betapa banyak cucuran keringat dan darah yang harus mereka tumpahkan demi mencapai kemerdekaan yang hakiki.

17 Agustus 1945, tanggal tersebut tampak begitu biasa bagi kita. Kita berpendapat tanggal tersebut adalah peringatan hari proklamasi Indonesia setiap tahunnya. Apa istimewanya? Setiap tahun selalu sama. Upacara bendera, pramuka, lomba panjat pinang, tarik tambang, dan sederet kegiatan rutin lainnya membuat diri kita lupa apa arti proklamasi itu sesungguhnya. Perayaan hari kemerdekaan seolah hanya menjadi formalitas dan rutinitas tanpa makna. Sungguh memprihatinkan.

Kemerdekaan adalah mimpi bagi semua bangsa di dunia. Negara manapun di dunia ini menginginkan kemerdekaan dan bebas dari belenggu penjajah. Demikian pula dengan bangsa kita. Ir. Soekarno dan Moh. Hatta ingin bangsa Indonesia bisa berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya. Mereka sadar bahwa Indonesia tidak akan pernah maju jika terus menerus berada dalam belenggu para penjajah. Akhirnya dengan dorongan kaum muda dan bantuan sejumlah tokoh nasional, mereka berhasil merumuskan naskah proklamasi.

Pembacaan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 memberi bangsa Indonesia harapan untuk bangkit. Bangkit dari belenggu penjajahan, kemiskinan, penyiksaan, dan bangkit melawan para penjajah. Masyarakat Indonesia yang awalnya bersifat kedaerahan, kini bersatu padu membentuk kekuatan baru. Tak heran muncul semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang bermakna berbeda-beda tetapi satu juga. Semangat bangsa Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat sangat besar. Mereka sadar kemerdekaan adalah kesempatan mereka untuk mengembangkan diri.

Kita harus meneladani sikap masyarakat Indonesia pada saat itu. Kita harus belajar untuk menghargai setiap perbedaan, baik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Tanamkan semangat 1945 dalam diri kita masing-masing. Kalahkan musuh kemalasan dan kecurangan yang ada dalam diri kita. Saya yakin dan percaya bahwa kita dapat merdeka dan berprestasi layaknya bangsa Indonesia. Selamat merenungkan makna Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945!

~ oOo ~

Jumat, 15 Oktober 2010

Shell Helix : Optimalisasi Kinerja Mesin Ferrari dalam Event Otomotif

Lomba Menulis Oli Shell Kriteria Blog
Tema : “Kemitraan Teknik antara Shell dan Ferrari, dan Peran Shell Helix dalam Kemitraan Itu”

Shell Helix : Optimalisasi Kinerja Mesin Ferrari dalam Event Otomotif

Shell dan Ferrari dapat dikatakan sebagai mitra paling sukses sepanjang sejarah dunia. Mengapa? Kerjasama teknik ini mendapatkan hasil terbaik di event bergengsi olahraga otomotif saat pabrik Scuderia Ferrari berdiri untuk pertama kalinya di Maranello tahun 1947. Pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki Shell berdampak penting bagi kesuksesan Ferrari di lintasan balap. Hal ini terlihat dari kemenangan Ferrari pertama melalui pembalap JosÈ Froilan Gonzalez di GP Silverstone pada tahun 1951 dengan mengendarai Ferrari 375. Shell membantu mengoptimalkan kinerja mesin Ferrari dalam berbagai ajang balapan.

Prestasi yang sangat membanggakan dari kemitraan ini adalah sukses mengantar Michael Schumacher dan Ferrari meraih 5 gelar juara dunia pembalap dan konstruktor secara berturut-turut (2000, 2001, 2002, 2003, 2004). Hal ini didukung oleh Shell Helix yang berperan aktif sebagai bahan bakar dan oli berkualitas yang membuat kinerja mesin Ferrari jauh lebih baik dibandingkan merek kendaraan balap lainnya.

Sumbangsih Shell dalam menghantarkan Ferrari ke puncak kesuksesannya diapresiasi dengan baik oleh Ferrari. Shell mendapat anugerah penghargaan tertinggi dari Ferrari sebagai mitra teknikal resmi terbaik dan terinovatif pada tahun 2007. Penghargaan ini diberikan karena hasil kinerja terbaik dari produk Shell selama mendukung Ferrari di lintasan balap Formula 1.

Shell kembali memperpanjang kerjasama sebagai mitra teknikal Ferrari hingga tahun 2010 pada GP San Marino Italia tahun 2005 sebagai wujud kemitraan yang bersimbiosis mutualisme. Dapat dipastikan bahwa setiap ajang balap Formula 1 akan memberikan keuntungan dan nilai tambah terhadap produk-produk Shell bagi kinerja Ferrari.

Shell berhasil mengembangkan kinerja terbaik dari bahan bakar Shell V-Power dan mendapatkan ketahanan mesin terbaik melalui oli Shell Helix. Pengembangan dan penelitian ini dilakukan di lintasan balap Formula 1. Uji coba ini dilakukan untuk menciptakan produk yang kompetitif untuk penggunaan di jalan raya dan memiliki kekuatan perlindungan terhadap mesin untuk semua jenis mobil di seluruh dunia.

Lisa Lilley, Manager Teknologi Shell untuk F1 mengatakan, “Kebijakan penghentian pengembangan mesin baru ini memberikan peluang besar kepada Shell. Produk Shell akan menjadi faktor penting yang akan membedakan kinerja mobil disetiap lintasan balap. Shell menjadi lebih fokus untuk memberikan Shell Helix sebagai pelumas terbaik mesin mobil Ferrari dan membantunya untuk tetap kompetitif di lintasan. Sebaliknya ini akan menjadi dapur uji terbaik untuk mentransfer teknologi yang sama dan memberikan akses kepada konsumen akan teknologi terbaru yang ada pada oli mobil komersial, Shell Helix Ultra.” Hal ini menunjukkan bahwa Shell sangat berperan aktif dalam membantu Ferrari di ajang Formula 1 yang bergengsi.

Ferrari dikenal sebagai pabrik nomor satu di dunia dalam hal ketahanan mesin di ajang Formula 1. Selama ini, Ferrari sangat jarang sekali mengalami kerusakan mesin di lapangan balap. Berbeda dengan mobil balap keluaran pabrik lainnya yang tidak ditunjang oleh oli Shell Helix yang berkualitas, sehingga mobil balap mereka cepat panas dan mengalami kerusakan jika dikendarai dalam jangka waktu yang lama. Shell mewujudkan mimpi terbesar Ferrari untuk mencapai prestasi terbaiknya.

Arfindi Batubara, Marketing Manager Lubricant Shell Indonesia mengatakan, "Kemitraan Shell dan tim Ferrari F1, termasuk Michael Schumacher selama bertahun-tahun telah menghasilkan kesuksesan di sirkuit F1. Hal ini juga menjadi dasar pengembangan produk pelumas mobil Shell Helix demi memberikan produk yang terbaik bagi konsumen."

Kerjasama Shell di lintasan balap bersama Ferrari berhasil mentransformasikan teknologi untuk menghasilkan rangkaian lengkap produk oli terbaik untuk memenuhi kebutuhan mobil kamu dalam berbagai varian Shell Helix, antara lain Shell Helix Ultra 5W-40, Shell Helix Plus 10W-40, Shell Helix Super 15W-50, Shell Helix 20W-50 (red), Shell Helix Diesel Plus 10W-40, dan Shell Helix Diesel Super 15W-40.

Keenam produk ini memiliki kandungan pembersih khusus yang dapat mengikat semua kotoran dan kerak (Active Cleansing Agents), sehingga memberikan pelumasan yang maksimal dan proteksi terhadap mesin. Dalam hal ini, Ferrari merekomendasikan penggunaan Shell Helix Ultra 5W-40 karena menunjang performa mesin baru tetap tinggi karena akan membersihkan dan melindungi mesin secara maksimal.

Lain halnya dengan Shell Helix Plus 10W-40. Produk ini sangat cocok untuk digunakan untuk membersihkan mesin secara maksimal dan memiliki stabilitas oksidasi yang mampu mencegah penurunan kualitas oli. Shell Helix Super 15W-50 juga memberikan perlindungan terpercaya pada mesin. Produk unggulan Shell lainnya adalah Shell Helix Diesel Plus 10W-40. Produk ini memberikan perlindungan ekstra mesin diesel dalam segala kondisi berkendara atau tanpa pemanasan, membantu penghematan penggunaan bahan bakar karena efisiensi kerja mesin, dan ramah lingkungan karena memiliki kadar klorin yang rendah.

Menurut tes laboratorium yang diselenggarakan di Eropa membuktikan bahwa getaran mesin diesel dapat dikurangi sebanyak 20% jika menggunakan Shell Helix dibandingkan oli mesin lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Shell sangat memperhatikan kualitas produk dan menjaga citra baik dengan konsumen. Dengan mempekerjakan para ilmuwan handal, Shell tak hent-hentinya menciptakan formula baru yang dapat menjaga mesin tetap awet dan bersih seperti baru. Saya juga sangat mengapresiasi upaya Shell dalam membangun kemitraan yang baik dengan Ferrari.

Saya berharap prestasi dan pencapaian Shell dapat lebih ditingkatkan dari hari ke hari dengan menjaga kemitraan teknik dengan Ferrari. Dengan performa, kualitas, dan komposisi yang pas untuk mesin kendaraan apapun, Shell layak untuk disandangkan gelar sebagai produsen oli terbaik dunia. Sebagai mitra yang sangat berperan dalam menunjang kesuksesan Ferrari, Shell juga memiliki tanggung jawab moral pada masyarakat dunia, yakni menghasilkan produk unggulan yang kompetitif dan ampuh dalam menciptakan mesin bersih. Selamat menjalin kemitraan teknik dan menelurkan prestasi sebanyak mungkin dengan penggunaan Shell Helix di lapangan Formula One!

~ oOo ~

Rumah Kayu : Upaya Protektif dalam Menghadapi Gempa

Kompetisi Karya Publikasi “Rumah Aman Gempa” Kategori Multimedia Nonformal
Tema : “Rumah Aman Gempa untuk Indonesia”
Tema Khusus : “Kearifan lokal masyarakat tradisional dalam menciptakan rumah aman gempa”

Rumah Kayu : Upaya Protektif dalam Menghadapi Gempa

Menurut pakar gempa dari Universitas Andalas, Dr. Badrul Mustapa Kemal, Indonesia memiliki daerah yang rawan gempa bumi, tsunami, serta rawan letusan gunung api terjadi di sepanjang "ring of fire", mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Banda, hingga Maluku. Fakta ini mendasari terjadinya gempa dahsyat di Padang, Sumatera Barat pada 30 September 2009. Gempa yang telah menghancurkan rumah penduduk sebanyak 249.833 unit ini meninggalkan luka mendalam bagi penduduk Padang. Belum lagi jatuhnya korban jiwa dan kerugian materiil yang tidak terhitung jumlahnya.

Peristiwa ini menyadarkan kita untuk tetap waspada dan melakukan antisipasi dalam menghadapi gempa. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi korban dan kerugian yang ditimbulkan. Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dalam hal ini berperan aktif dalam menciptakan rumah aman gempa untuk mencegah dampak kerusakan parah akibat gempa yang seringkali terjadi di Indonesia. Salah satunya adalah dengan mempelajari rumah masyarakat tradisional yang umumnya terbuat dari kayu.

Rumah kayu merupakan salah satu solusi efektif dalam menciptakan rumah aman gempa. Sebagai contoh, kita dapat melihat rumah penduduk yang ada di Kampung Naga. Pada musibah gempa bumi berkekuatan 7,3 SR yang terjadi pada 2 September 2009 lalu, ternyata seluruh rumah warga Kampung Naga di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya tidak ada yang rusak, meskipun lokasinya berdekatan dengan Desa Karangmukti yang menjadi korban gempa. Mereka menggunakan kayu sebagai bahan baku utama dalam pembuatan rumah.

Juru kunci Kampung Naga, Ade Suherlin mengungkapkan bahwa bangunan rumah adat tradisional di Kampung Naga mampu bertahan dari guncangan gempa bumi, bahkan hingga di atas kekuatan 10 SR. Hal ini patut diadaptasi BNPB sebagai upaya solutif dalam menciptakan rumah aman gempa yang sudah teruji di lapangan. Rupanya struktur dan pondasi bangunan rumah warga di Kampung Naga didesain dengan filosofi adat Sunda, yakni terbuat dari bahan kayu, bambu, dan menggunakan atap reng tanpa paku atau hanya menggunakan bambu penyangga yang disebut garumpai.

Garumpai yang digunakan sebagai tiang penyangga ini ternyata berfungsi untuk menjaga kepekaan kontruksi bangunan. Jika ada guncangan bisa mengikuti gerakan, lentur, dan fleksibel. Berbeda dengan rumah yang dibangun dari beton, kerangka bangunan yang keras dapat dipatahkan oleh kekuatan gempa dan mengakibatkan kerusakan parah pada rumah. Tiang penyangga yang terbuat dari beton juga sangat membahayakan keselamatan jiwa, jika rubuh dalam gempa.

Begitu pula Rumah Gadang yang ada di Padang. Gempa berkekuatan 7,9 SR pada 30 September 2009 tidak mampu merubuhkan rumah-rumah Gadang yang berbahan dasar kayu. Rumah Gadang berukuran 9 x 8 meter ini dibuat seperti rumah panggung, tingginya dua meter dari tanah dengan 16 tiang. Empat tiang berjejer masing-masing menopang bagian beranda hingga bagian belakang rumah. Tonggak rumah ini terbuat dari sebatang pohon kayu keras dan bulat dengan diameter 20 cm.

Kita dapat mengimplementasikan bahan dasar rumah Gadang yang terbuat dari jenis kayu Banio dan Surian yang tua dan keras, yang digunakan mulai dari dinding hingga tiangnya, sehingga berwarna coklat tua. Menurut masyarakat adat yang tinggal di rumah Gadang ini, pemeliharaan kayu agar tidak cepat lapuk sangatlah mudah. Cukup tinggali dan sapu rumah setiap hari. Kekuatan kayu ini juga diyakini mampu ditinggali tiga generasi tanpa kerusakan berarti akibat gempa.

Bahan pembuatan rumah Gadang dan Kampung Naga dapat menjadi pedoman bagi sektor konstruksi Indonesia dalam membangun rumah aman gempa secara berkesinambungan. Pemerintah dapat mengimbau para pelaku konstruksi yang ada di wilayah rawan gempa untuk menerapkan rumah kayu sebagai upaya protektif dalam menghadapi gempa. Rumah yang identik dengan masyarakat tradisional ini sudah sepatutnya kita tiru agar korban dan kerugian akibat gempa dapat diminimalisir.

Pembuatan rumah kayu ini sendiri dapat dilakukan dengan adanya sosialisasi dan pelatihan secara intensif dari BNPB dan pemerintah untuk membuat struktur rumah kayu yang tepat dalam menanggulangi gempa. Dalam hal ini, peran masyarakat tradisional sangat vital dalam mengarahkan dan mengajarkan kita untuk membuat rumah kayu aman gempa dengan baik dan benar. Upaya ini dilakukan bukan untuk menghalangi laju pembangunan modern, namun sebagai solusi dalam mendegradasi korban jiwa dan kerusakan rumah yang terjadi akibat gempa.

Saya berharap pemerintah dapat mengadopsi metode pembuatan rumah masyarakat tradisional ini guna menciptakan rumah aman gempa bagi setiap penduduk Indonesia.

Referensi :
http://www.rumahamangempa.net/isi/artikel/rumah-kayu-yang-tak-takluk-oleh-gempa
http://www.rumahamangempa.net/isi/artikel/mengevaluasi-teknik-pencairan-bantuan-rekonstruksi
http://www.rumahamangempa.net/isi/artikel#TOC-Rumah-Kayu-yang-tak-Takluk-oleh-Gem
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=26&jd=Rumah+Warga+Kampung+Naga+Tahan+Terhadap+Gempa&dn=20090928173814
http://www.antaranews.com/berita/1266788540/tiga-daerah-di-indonesia-tidak-rawan-gempa

~ oOo ~

Sabtu, 09 Oktober 2010

Optimalisasi Ritel Makanan : Implementasi Private Label Dalam Membangun Brand Awareness Konsumen

Lomba Tulis Ritel 2010 Kategori Umum
Tema : “Potensi ritel makanan (grocery) di daerah dan solusi permasalahannya”

Optimalisasi Ritel Makanan : Implementasi Private Label Dalam Membangun Brand Awareness Konsumen

Menurut Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), bisnis ritel makanan (grocery) merupakan industri strategis di Indonesia. Bagaimana tidak? Bisnis ritel makanan merupakan industri terbesar kedua setelah pertanian yang dapat menyerap tenaga kerja di Indonesia. Bisnis ini juga diyakini memiliki pergerakan yang dinamis dari masa ke masa. Tak heran jika banyak pengusaha yang berhasil melihat prospek bisnis ritel makanan di Indonesia mampu meraup keuntungan yang besar dari sektor ini.

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keragaman budaya dan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini juga mengindikasikan adanya potensi yang besar pada bisnis ritel makanan di daerah-daerah. Sebagai contoh, kita tentu tak asing lagi dengan Bika Ambon. Makanan ini memiliki potensi yang besar sebagai oleh-oleh dari Medan. Di samping itu, kita juga mungkin mengenal Pisang Bolen, Brownies, Batagor, dan Nasi Kalong dari Bandung. Makanan khas Kota Kembang ini tak pernah sepi dikunjungi konsumen. Selain rasanya yang enak, mereka memiliki brand awareness tersendiri di mata konsumen.

Meskipun demikian, perkembangan bisnis ritel makanan sendiri tidak terlepas dari adanya berbagai tantangan, seperti masalah regulasi, perizinan, infrastruktur, persaingan, tekanan publik, dan lain sebagainya. Ibarat rumah, bisnis ritel makanan harus membangun fondasi yang kuat dalam mengembangkan potensinya secara optimal. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti memilih pangsa pasar yang tepat, lokasi yang strategis, promosi dari mulut ke mulut, “bersahabat” dengan pemerintah, dan pemberian private label pada bisnis ritel makanan.

Optimalisasi Ritel Makanan : Pangsa Pasar yang Tepat
Melihat keanekaragaman budaya dan sumber daya alamnya yang melimpah, Indonesia memiliki potensi bisnis ritel makanan yang besar di daerah-daerah. Kita dapat mempelajari bagaimana Nasi Kalong mampu sukses dan meraup keuntungan yang besar di Bandung. Nasi Kalong adalah warung makan yang ada di Jalan Riau Bandung. Warung yang didirikan secara semi permanen ini memiliki konsumen yang loyal. Tak heran jika banyak konsumen rela mengantri demi mencicipi Nasi Kalong.

Tentu kita bertanya dalam hati, mengapa Nasi Kalong yang kelihatan “tidak meyakinkan” ini bisa menarik konsumen untuk datang. Jika dibandingkan dengan rumah makan yang ada di sekitarnya, rasanya Nasi Kalong tidak memiliki tempat dan fasilitas yang memadai. Itulah yang justru menjadi kelebihan Nasi Kalong di mata konsumen. Nasi Kalong mampu menjawab pangsa pasar yang ada di Bandung dengan cermat.

Nasi Kalong memiliki strategi pemasaran yang baik dan daya tarik tersendiri bagi konsumen. Dengan modal warung semi permanen, meja, dan kursi yang berjejeran, Nasi Kalong sebenarnya sudah menjawab apa yang diinginkan konsumen. Nasi Kalong membidik konsumen yang ada di wilayah Jalan Riau. Mereka melihat kondisi ekonomi masyarakat yang ada di Jalan Riau rata-rata berkisar menengah ke bawah. Tentu sangat tidak etis jika mendirikan rumah makan dengan properti dan gedung yang megah untuk menarik konsumen dalam jumlah yang besar.

Mendirikan warung yang seala kadarnya ini membuat masyarakat yang berkocek pas-pasan berani untuk mencoba cita rasa Nasi Kalong. Dengan paduan rasa yang pas di lidah masyarakat Bandung, Nasi Kalong menjadi digemari dan laris dikunjungi konsumen. Harganya yang murah meriah dan ringan di kantong konsumen juga menjadikan Nasi Kalong makanan favorit yang bisa menjaring semua kalangan. Berawal dari inilah, Nasi Kalong bisa maju dan sukses hingga saat ini. Nasi Kalong mampu membaca pangsa pasar yang ada di daerah.

Optimalisasi Ritel Makanan : Lokasi yang Strategis
Bisnis ritel makanan tentu harus ditunjang dengan konsep keterjangkauan yang baik. Dalam hal ini, lokasi yang strategis akan menjadi indikator sukses atau tidaknya bisnis ritel di daerah. Contoh bisnis yang dapat kita pelajari memiliki lokasi yang strategis adalah Kartika Sari di Bandung. Hampir setiap hari, bisnis yang bergerak di bidang roti dan kue ini ramai dikunjungi pembeli.

Kartika Sari seringkali menjadi oleh-oleh khas Bandung yang digemari oleh wisatawan dengan pisang bolen sebagai produk andalannya. Pertanyaan yang akan muncul di benak kita adalah mengapa Kartika Sari bisa mengalahkan usaha-usaha sejenis yang ada di Kota Bandung. Jawabannya singkat: lokasi yang strategis. Kartika Sari mendirikan bisnisnya di pusat-pusat keramaian, seperti Jalan Dago, H. Akbar, dan tempat-tempat yang ramai dikunjungi masyarakat. Masyarakat dapat dengan mudah berkunjung ke Kartika Sari untuk membeli pisang bolen dan menu lainnya.

Tentu kondisi ini akan berbeda jika Kartika Sari didirikan di tempat yang jauh dari keramaian. Sebagus apapun bentuk fisik bangunan tersebut, konsumen tentu akan merasa jengah dan malas untuk berkunjung. Di samping itu, lokasi yang tidak strategis juga sangat merugikan bagi bisnis ritel makanan. Makanan yang tidak terjual dapat cepat basi dan pembelian bahan baku pembuatan produk memerlukan biaya transportasi yang tinggi. Alih-alih mencari keuntungan, justru kerugian besar yang didapat. Dalam hal ini, lokasi yang strategis dapat mendukung perkembangan bisnis ritel makanan di daerah.

Optimalisasi Ritel Makanan : Promosi dari Mulut ke Mulut
Dalam dunia bisnis, tidak ada kekuatan marketing yang bisa menandingi kekuatan promosi dari mulut ke mulut. Promosi ini mampu mendongkrak rasa keingintahuan konsumen dan meningkatkan penjualan bisnis ritel makanan di daerah. Analoginya dapat kita lihat seperti ibu-ibu yang sedang berbelanja di pasar. Ibu A dapat bergosip dengan ibu B tentang harga bahan makanan yang murah di toko C. Ibu A dapat menceritakan bagaimana kualitas produk dan harga yang terjangkau di toko C. Hal ini tentu dapat membuat Ibu B tertarik walaupun beliau belum pernah berkunjung ke toko C. Inilah yang dimaksud dengan promosi dari mulut ke mulut.

Bisnis ritel makanan di daerah dapat berkembang dengan pesat atau justru mengalami kebangkrutan dengan adanya promosi dari mulut ke mulut. Jika kita mampu memberikan citra yang baik pada pandangan pertama di mata konsumen, konsumen akan mempromosikan secara gratis tentang keunggulan dan keuntungan berbelanja di tempat bisnis ritel makanan kita. Sebaliknya, jika kita menimbulkan kesan yang tidak baik di mata konsumen, promosi semacam ini dapat menjadi bumerang tersendiri bagi kita. Konsumen dapat mendorong konsumen lainnya untuk tidak berkunjung ke tempat kita.

Promosi dari mulut ke mulut memiliki dampak psikologis yang tinggi bagi konsumen. Konsumen jauh lebih percaya pada perkataan konsumen lainnya daripada promosi yang gencar dari pihak bisnis itu sendiri. Dalam hal ini, bisnis ritel makanan di daerah harus membangun reputasi yang baik di mata konsumen. Reputasi baik ini dapat terjaga dengan memberikan pelayanan yang memuaskan, menggunakan bahan makanan berkualitas, serta menjaga kebersihan dan keamanan tempat bisnis.

Bayangkan jika konsumen diberi pelayanan yang buruk oleh pelayan rumah makan. Ditambah, makanan yang disajikan sudah tidak higienis dan diperparah oleh tempat yang kotor dan rawan pencopet. Tentu konsumen akan berpikir dua kali untuk berkunjung ke tempat makan tersebut. Maka membangun reputasi yang baik sangatlah penting dalam menunjang perkembangan bisnis ritel makanan di daerah.

Optimalisasi Ritel Makanan : “Bersahabat” dengan Pemerintah
Bisnis ritel makanan akan berkembang dengan baik jika kita mampu “bersahabat” dengan pemerintah. “Bersahabat” di sini tentu bukan dalam arti berteman, melainkan patuh pada aturan dan tata tertib yang berlaku. Sebagai contoh, semua produk makanan harus memiliki perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam hal ini, sebagai pendiri bisnis ritel makanan yang baru, kita harus patuh dan mengikuti prosedur yang ditetapkan pemerintah. Memang hal ini tidak mudah karena proses perizinan produk makanan dapat memakan waktu yang cukup lama, yakni hingga 2 tahun.

Tentu kebijakan pemerintah yang terkesan menyulitkan pengusaha ini patut kita kritisi dengan baik. Upaya tersebut sudah terlihat dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang mendesak BPOM untuk mempermudah proses perizinan produk makanan guna meningkatkan daya saing industri nasional di tengah serbuan produk impor. Dalam hal ini, pemerintah harus berperan aktif dalam memajukan bisnis ritel makanan di Indonesia. Apalagi didasari fakta bahwa bisnis ritel makanan menempati posisi terbesar kedua yang sangat berpengaruh bagi perekonomian bangsa.

Para pengusaha bisnis ritel makanan juga harus mendaftarkan produk makanannya ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mendapatkan sertifikasi halal. Hal ini sangat penting bagi perkembangan bisnis ritel makanan di Indonesia, apalagi mayoritas penduduk Indonesia beragama muslim. Sertifikasi halal akan memberikan rasa nyaman dan tenang di hati konsumen karena produk makanan yang dibelinya sudah terjamin kehalalannya. Berbeda dengan produk makanan yang tidak berlabel halal, tentu akan ada kesan buruk tersendiri di hati konsumen untuk tidak membeli produk tersebut.

Bisnis ritel makanan akan berkembang dengan baik jika pengusaha terkait mampu “bersahabat” baik dengan pemerintah. Jangan melakukan pelanggaran terhadap regulasi, ketentuan, dan aturan yang berlaku karena dapat menyulitkan pengusaha di kemudian hari.

Optimalisasi Ritel Makanan : Pemberian Private Label
Bagi perusahaan berskala besar, seperti hypermarket, pemberian private label dapat menjadi solusi yang ampuh dalam meningkatkan penjualan produk. Saat ini, banyak kita temukan produk-produk makanan produksi hypermarket tertentu memiliki mutu yang berimbang dengan produk ternama. Produk ini sebagian besar menjadi pilihan konsumen ketika berbelanja di hypermarket tersebut. Bagaimana tidak? Harganya yang murah dan daya beli konsumen yang akhir-akhir menurun membuat private label menjadi pilihan alternatif bagi konsumen.

Hal ini juga dapat kita terapkan pada bisnis ritel makanan. Meskipun tidak dikemas secara profesional dengan teknologi yang canggih, bisnis ritel makanan harus memiliki private label tersendiri guna membangun brand awareness konsumen. Misalnya, roti Sidodadi. Bisnis kue dan roti ini selalu diramai dikunjungi konsumen dan produk yang dijual selalu habis setiap hari. Mengapa bisa demikian? Sidodadi memiliki private label tersendiri bagi konsumen. Dengan kemasan tersendiri, konsumen merasa puas telah membeli Sidodadi sebagai oleh-oleh.

Brownies Amanda pun demikian. Meskipun banyak usaha brownies yang berdiri di tanah air, Brownies Amanda tetap menjadi pilihan utama. Demikian pula dengan Toko Yen. Toko yang menjual oleh-oleh khas Lampung ini menjadi primadona wisatawan dalam membeli oleh-oleh. Hal ini terjadi karena adanya keterikatan batin konsumen dengan produk berlabel tersebut. Konsumen menjadi sadar label (brand awareness) dan akhirnya memiliki pola pikir bahwa produk dengan label A yang terbaik. Pemberian label ini sangat jitu untuk menarik konsumen dan diterapkan sejumlah usaha makanan, seperti BreadTalk, J.CO Donuts, dan lain sebagainya.

Optimalisasi ritel makanan di daerah dapat dikembangkan secara efektif dengan upaya dan strategi bisnis yang tepat. Potensi ritel makanan yang besar ini dapat dioptimalkan jika pengusaha mampu menyediakan produk dalam menjawab kebutuhan konsumen. Di samping itu, bisnis ritel makanan juga dituntut untuk memberikan inovasi dan diferensiasi produk guna meningkatkan daya tarik konsumen di era modern ini. Bisnis ritel makanan di daerah akan terbangun dengan baik jika kita memiliki private label yang bisa membangun brand awareness konsumen secara berkesinambungan. Mari bersama kita kembangkan bisnis ritel makanan!

Referensi :
http://www.pom.go.id/
http://www.franchisewaralaba.com/search/bisnis+ritel+makanan
http://www.dokterbisnis.net/2009/10/07/izin-gangguan-syarat-mutlak-pengajuan-ijin-usaha-lainnya/
http://indocashregister.com/2009/03/17/peta-persaingan-bisnis-ritel-modern-di-indonesia-2009-mesin-kasir/
http://www.padrowidjaja.com/private-label-rights/private-label-rights/

~ oOo ~

Jumat, 24 September 2010

Anakku, Jadilah Bidadari Kecilku

Lomba Surat Untukmu Nak
Kategori : “Surat Untukmu, Nak. Dari Calon Ayahmu”

Anakku, Jadilah Bidadari Kecilku

By. Daniel Hermawan

Untaian kata terucap sudah
Warnai cinta penuh arti
Alunan waktu t’rus berputar
Nantikan kehadiran dirimu

Tangan-tangan kecil itu
Dibalut rona cintaku dan dirinya
Kelak kau tumbuh dewasa
Jalani suka duka kehidupan

Wahai bidadari kecilku
Jangan bersedih
Aku t’rus bersamamu
Walau waktu terbentang pisahkan kita

Ku yakin suatu saat nanti
Kita akan bertemu
Merajut cerita bersama
Berpetualang bersama dalam rimba kehidupan

Calon Ayahmu

Surat ini untukmu, Nak. Surat yang ku tulis jauh sebelum kehadiranmu di dunia. Kelak kau tahu bahwa aku calon ayahmu di masa depan. Ayah yang akan membesarkanmu dengan penuh cinta dan harapan. Ayah yang akan mendidikmu menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri. Betapa ayah merindukan saat itu tiba, Nak.

Anakku, ketika surat ini ditulis ayahmu ini masih seorang remaja yang suka membangkang pada orang tua. Ya, mereka kelak akan menjadi nenek dan kakekmu. Ayah suka sekali melawan dan membantah nasihat mereka. Jujur ayah malu sekali harus bercerita hal ini padamu, Nak. Ayah ingin kau tidak mengikuti perbuatan ayah yang buruk. Ayah ingin kau menjadi anak yang baik.

Nak, ayah ingin sekali memelukmu. Merasakan sentuhan dan hangat tubuhmu. Itulah kebahagiaan ayah menjadi orang tuamu, Nak. Kau adalah buah cinta yang ayah rajut dengan calon ibumu. Kau adalah penerus mimpi ayah yang belum terlaksana. Ayah yakin kau mampu menjadi pribadi yang lebih baik dari ayah. Kau akan tumbuh menjadi anak yang pintar, cerdas, dan tentunya berprestasi.

Begitu banyak hal yang ku rancang untuk masa depanmu, Nak. Ayah rindu sekali mengantarmu ke sekolah setiap pagi ketika kau masih kecil. Ayah akan melindungimu dari teman-teman yang berusaha menganggumu. Ayah tak ingin kau kapok pergi ke sekolah. Nak, ayah ingin kau menjadikan sekolah sebagai rumah keduamu. Ayah berharap sekolah dapat mendidikmu menjadi anak yang baik dan pandai.

Nak, ketika kau memasuki bangku SD, kau akan menemukan hal baru. Jangan takut, Nak, ayah selalu di sampingmu. Semua yang kau alami di sekolah akan mendidikmu menjadi anak yang tangguh dan dewasa. Ayah harap kau juga mulai belajar mandiri untuk mengerjakan PR dan tugas-tugasmu sendiri. Kau bisa tanyakan ayah tentang apa saja yang tak kau mengerti. Ayah berjanji akan berusaha menjawab pertanyaanmu.

Ketika kau berada di rumah, ayah yakin kau mulai senang bermain dengan teman-temanmu. Ayah tidak melarangmu, Nak. Ayah akan mengawasimu agar kau berada di jalur yang aman. Nak, jangan lupakan tugasmu. Ayah pasti akan selalu mengingatkanmu. Ayah janji akan memberimu waktu bermain asalkan kau sudah mengerjakan semua tugasmu. Ayah ingin kau belajar bertanggung jawab, Nak.

Ayah tahu kau pasti akan menunjukkan kenakalanmu. Ayah terpaksa harus memukul pantatmu, Nak. Maafkan ayah. Ayah ingin kau belajar menjadi orang yang lebih baik. Nak, ayah juga pernah nakal sepertimu. Kenakalan ayah membuat ayah celaka dan kau dapat melihat bekas jahitan di kepalaku, Nak. Ayah tidak ingin kau bernasib sama seperti ayah. Ayah melakukan semua itu demi kebaikanmu saja, Nak.

Memasuki bangku SMP, kau akan menjadi seorang remaja, Nak. Ayah yakin tubuhmu akan bertumbuh sama seperti tubuh ayah sekarang. Hormon dan emosimu akan bergejolak ketika kau memasuki fase ini. Masa-masa ini akan menjadi masa yang berat bagiku, Nak. Kau akan mencari identitas dirimu dan mengekspresikan semua dengan sebebas-bebasnya. Nak, ayah tahu kau pasti ingin menunjukkan dirimu pada semua orang. Ayah akan mendidikmu dengan baik pada masa ini, Nak. Ayah tidak ingin kau terjerumus ke dalam pergaulan yang salah. Maafkan ayah jika harus memarahi atau menasihatimu terus menerus.

Tak terasa kau akan beranjak dewasa. Kelak kau akan menjadi pelajar SMA. Ayah juga berusia sama denganmu ketika surat ini ditulis. Kau akan mengalami perubahan yang drastis pada tubuh dan lingkunganmu. Ayah sudah tidak bisa berbuat banyak kali ini, Nak. Ayah hanya bisa berpesan jagalah dirimu dengan baik. Jangan lakukan hal-hal buruk yang akan mencelakakanmu ya, Nak. Pilihlah teman yang bisa mendorongmu menjadi lebih baik. Nak, ayah yakin kau mampu menjadi remaja teladan di sekolahmu.

Ayah berharap kau semakin bertanggung jawab dalam mengelola waktumu, Nak. Jangan habiskan waktu senggangmu di warnet untuk bermain. Ayah akan berusaha menggali bakatmu. Jangan jadikan ini beban, Nak. Ayah ingin kau sukses, bahkan jauh lebih sukses dari ayahmu sekarang. Ayah harap kau mengerti, Nak. Ayah akan berusaha mendukungmu di setiap kegiatan positif yang kau ikuti. Ayah berharap kau terlibat aktif dalam OSIS dan panitia acara. Kelak hal itu akan melatihmu menjadi pribadi yang dewasa dan bertanggung jawab.

Waktu pun akan terus berputar hingga kau di wisuda. Ayah membayangkan akan berfoto bersamamu dengan piala di tanganmu ketika kau lulus nanti. Kau meraih nilai dengan prestasi terbaik dan mendapat juara di berbagai perlombaan. Ayah pasti bangga padamu, Nak. Ayah bangga kau berhasil mengalahkan ayah di semua bidang. Ya, ayah ingin kau lebih sukses dan berhasil dari ayah. Itulah kebahagiaan ayah sebagai orang tuamu, Nak. Ayah berharap kau bisa mewujudkan mimpi ayah.

Kau akan beranjak kuliah suatu saat nanti, Nak. Ku harap kau tidak bermalas-malasan belajar. Ayah akan terus mendorongmu agar giat belajar dan selalu mengerjakan tugasmu dengan baik. Ayah ingin kau meraih IPK tertinggi. Kau pasti bisa, Nak. Ayah harap kau bergabung dengan organisasi kemahasiswaan dan bergaul dengan sebanyak mungkin teman. Ayah yakin itu akan sangat berguna bagimu di dunia kerja, Nak.

Ayah berharap kau mau mendengarkan nasihatku, Nak. Memang kau sudah dewasa kini. Tapi ayah akan tetap mengajarimu karena ayah ingin kau menjadi orang yang sukses. Jangan katakan ayahmu ini orang yang kolot, Nak. Ayah pasti akan merasa sangat sedih dengan perkataanmu. Ayah harap kau masih mau mengerti keinginan ayah dan tentunya ayah akan membiarkanmu memilih. Ayah yakin kau pasti tahu yang terbaik untuk dirimu, Nak.

Kau pun akan memasuki dunia kerja setelah lulus kuliah nanti. Kau akan melamar pekerjaan ke berbagai lembaga. Ayah selalu mendukungmu, Nak. Jangan pernah patah semangat ketika kau ditolak untuk bekerja di sebuah perusahaan. Ayah yakin ini proses yang baik untukmu dalam melatih kesabaran. Ayah ingin kau mendengarkan kata-kata ayah dalam meraih profesi idamanmu. Ayah akan memberimu trik agar kau dapat terbantu dengan mudah. Jangan pernah anggap ayah mengguruimu, Nak. Ayah hanya ingin kau mendapat yang kau inginkan.

Setelah itu semua, kau akan mencari pasangan hidupmu. Ku harap interaksi kita sebagai laki-laki, antara anak dan ayah tetap terjalin. Kau bisa tanyakanku tentang cara mencari pasangan hidup yang baik. Memang selera kita berbeda, tapi kau bisa menarik kesimpulan dari kisah cintaku, bukan? Anakku, jangan sakit hati ketika aku tidak merestui hubunganmu dengan seseorang. Ayah pasti sudah mempertimbangkan matang-matang pasangan yang kau pilih kelak bukanlah orang yang cocok bagimu. Jangan marah padaku, Nak. Ayah ingin kau bahagia bersama pasanganmu kelak dalam mengarungi bahtera pernikahan.

Ayah bangga melihatmu berada di kursi pelaminan bersama pasangan yang kau pilih. Ayah berdoa kelak kau bahagia menjalani kehidupan rumah tangga bersama pasanganmu. Ayah pasti akan memelukmu dan mengucapkan “Ayah sayang padamu, Nak”. Ayah berharap kau tidak melupakan ayah sebagai orang tuamu. Kunjungi ayah setiap minggu, Nak. Ayah sangat merindukan kehadiranmu, Nak. Ayah berharap kau masih tetap menjadi anak ayah yang baik.

Kau pun akan mempunyai anak. Ayah akan menjadi seorang kakek pada masa itu. Nak, ku harap kau bersedia membawa anakmu menemuiku. Aku senang sekali melihat cucu kecilku bermain di rumah tua ini. Rumah yang pernah membesarkanmu. Ayah harap kau juga masih mau berbicara padaku seperti masa kecilmu dulu. Ayah pasti akan mendengarkan keluhanmu seputar pasanganmu. Ayah juga akan memberimu nasihat dan semangat agar kau bisa menjalani hari-harimu dengan baik.

Nak, ayah yakin kau mengerti ayah selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu. Semenjak kau lahir dan bertumbuh dewasa, ayah akan berusaha merawat, mendidik, dan membesarkanmu dengan sepenuh hati. Di usia senja ini, ayah ingin kau merawat dan mendengar cerita ayah. Ayah ingin kau senantiasa mendampingi ayah. Ayah ingin kau mengunjungi ayah rutin. Ayah benar-benar membutuhkan pertolonganmu kali ini, Nak.

Hingga akhirnya, ayah harus menghembuskan nafas terakhir, ayah yakin kau memang anak yang baik. Anak yang berbakti pada ayah. Ayah bangga padamu, Nak. Ayah berharap kau dapat menjadi ayah yang baik pula bagi anak-anakmu. Ayah berharap kau mendidik anakmu dengan kasih sayang dan cinta. Itu saja yang ayah harapkan darimu, Nak. Harapan dari calon ayahmu di masa mendatang.

Salam cinta untuk anakku,


Calon Ayahmu

Link Lomba : http://azkamadihah.wordpress.com/2010/09/06/lomba-surat-untukmu-nak-dari-calon-ibumuayahmu/

Rabu, 22 September 2010

Hati Seorang Ibu

Lomba Blog 1000 Kisah Tentang Ibu
Persembahan UNGU & Chocolatos

Hati Seorang Ibu
By. Daniel Hermawan

“Mother love is the fuel that enables a normal human being to do the impossible.”
(Marion C. Garretty)

Ku amati lekat sosok wanita tua yang senantiasa menyambutku sepulang sekolah. “Sudah pulang, Nil? Gimana tadi sekolahnya? Susah gak?” Itulah pertanyaan rutin yang selalu dilayangkannya padaku. Pertanyaan yang kadang membuatku jengkel dan bosan. “Udah ah capek. Sekarang mau tidur dulu.” balasku sambil beranjak meninggalnya. Membiarkannya terdiam membisu di tempat. Mama hanya mengumankan nafasnya perlahan dan melanjutkan pekerjaannya.

Itulah yang ku lakukan setiap hari. Malas menanggapi pertanyaan atau wejengan yang diberikannya sehabis sekolah. “Nil, banyak belajar ya. Sekarang semester penentuan. Jangan tidur malam-malam ya!” kata mama suatu kali. “Mama cerewet banget sih.” balasku sinis. Seringkali kalimat itu terucap ketika aku sedang sibuk bermain atau mengerjakan PR. Aku heran mama kok tidak bosan-bosannya menggangguku setiap saat.

“Nil, sudah makan belum?”

“Nil, sudah mandi belum?”

“Nil, sudah belajar belum?”

Cukup! Aku muak mendengar pertanyaannya yang sama setiap hari. Ingin sekali rasanya menghindari mama. Membebaskan telingaku dari omelan atau nasihatnya yang panjang lebar. Ku pikir mama hanya bisa mengekangku dan melarangku ini dan itu. “Nil, jangan main terlalu lama.” “Nil, jangan tidur terlalu malam.” dan berjuta “Nil, jangan…” Aku sempat berpikir mama ibarat borgol yang mengikat tanganku ke mana-mana. Hampir semua hal yang ku inginkan dilarangnya. Mama sudah merampas kebebasanku, pikirku suatu kali.

Suatu kali, sekolahku mengadakan pertemuan orang tua. Aku berjanji takkan pernah mengajaknya ke pertemuan sekolah. “Mama cuma bikin aku malu saja.” kataku padanya ketika ku serahkan surat edaran pertemuan orang tua padanya. Mama tampak sedih mendengar ucapanku. Tapi aku tak peduli. Aku lebih memilih papa untuk berangkat ke pertemuan orang tua di sekolahku. Aku malu teman-temanku mengenal sosok mamaku yang ndeso dan kuno itu. Bayangkan mau ditaruh ke mana mukaku jika teman-temanku membandingkan mamanya dengan mamaku. Aku bisa menciut seperti liliput barangkali.

Aku tak pernah mempedulikan perasaannya. Suatu kali, mama mengantarku ke sekolah untuk mengikuti perlombaan. Kebetulan aku harus berkumpul di rumah teman untuk mempersiapkan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan. Jam masih menunjukkan pukul 04.30 WIB saat itu karena kami harus berangkat ke luar kota dengan mobil sekolah. Mama pun membawa mobilnya hingga ke depan pintu gerbang rumah temanku. “Ma, kok depan-depan banget sih?” protesku padanya. “Ga apa-apa kan? Mama pengen lihat teman-teman Daniel.” katanya polos. Sewaktu aku turun dari mobil, mama beranjak ingin turun menyusulku.

“Ma, udah ga usah turun. Malu sama teman-teman.” kataku padanya. Tampak ekspresi kekecewaan dan kesedihan yang amat sangat dalam di raut wajahnya. Aku pun beranjak pergi meninggalkannya dan hanya melambaikan tangan sekilas. Hatiku seolah terbuat dari baja yang tidak tahu betapa sakit hatinya mama dengan tingkah lakuku. Mama mengorbankan tidur nyenyaknya untuk mengantarkanku. Ku pikir itu semua wajar dilakukan semua orang tua di dunia, bukan?

Aku yakin semua orang berpikir aku anak paling kurang ajar dan durhaka sedunia. Parahnya lagi, aku tak pernah malu meminta tolong mama untuk membantuku ketika aku membutuhkannya. “Ma, bantuin bikinin kerajinan ini dong.” “Ma, bantuin beliin buku gambar A3.” “Ma, bantuin pijetin kepala.” Dan beribu-ribu permintaan lainnya yang ku ucapkan tanpa henti setiap hari. Mama tak pernah sekalipun menolak mentah-mentah permintaanku. Mama berusaha memenuhi semua keperluanku setiap saat.

Kadang mama tidak bisa memenuhi permintaanku yang banyak. “Maaf Nil, mama lagi sibuk sekarang. Nanti lagi ya.” Aku tak pernah peduli padanya. “Bilang aja mama ga mau nurutin permintaan Daniel. Ya kan?” kataku kencang. “Bukannya ga mau. Mama benar-benar sibuk sekarang.” balasnya perlahan. “Udah ah. Capek minta tolong sama mama. Susah.” kataku sambil meninggalkannya. Aku kesal karena mama tidak bisa memenuhi permintaanku yang menurutku amat sangat sederhana ini. Ku lihat mata mama berbinar, namun ia tidak pernah menangis.

Suatu kali, mama juga pernah meminta tolong padaku. “Nil, tolong jagain rumah ya.” pintanya padaku. “Enak aja. Daniel capek. Mama kok ga punya perasaan sih?” bentakku padanya. Aku pun beranjak masuk ke kamar. Tak lagi mempedulikan panggilannya. Mama pun pergi. Aku yakin mama memendam rasa kecewa padaku. Tapi aku tak peduli. Mama tidak boleh merusak waktu istirahatku. Ku biarkan mama kewalahan sendirian mengerjakan segala sesuatunya sendiri ketika papa sedang pergi ke luar kota.

Mama tidak pernah lelah menyapaku sepulang sekolah. Pekerjaan papa yang berat pun sanggup ditanganinya dengan baik. Semua dilakukan tanpa keluh kesah ataupun penyesalan. Semua dilakukannya dengan kesungguhan hati. Aku heran dengan mama. Kok bisa-bisanya ya seorang mama tegar dibentak, dihina, dan dijelek-jelekkan oleh anaknya sendiri? Aku tak mengerti sebenarnya mama terbuat dari apa. Aku sendiri saja sudah naik darah ketika direndahkan orang lain. Apa sebenarnya rahasia kekuatan mama?

Mama pernah mengantarku ke ajang perlombaan di Jakarta. Mama sengaja menyempatkan diri pergi untuk menemaniku. Dengan angkuh, aku berjalan di depannya. Tak peduli mama berusaha mengejarku. Gengsi banget melihat mama berjalan beriringan denganku. Aku pun tiba di lokasi lomba dan memutuskan untuk duduk sejauh mungkin dengan mama. Aku berharap tidak ada seorangpun yang tahu wanita tua yang duduk di kursi deretan belakang itu adalah mamaku. Betapa jahatnya hatiku saat itu pada mama.

Perlombaan pun berlangsung begitu lama hingga akhirnya tiba pada saat pengumuman. Namaku sama sekali tidak disebut dalam daftar pemenang. Seketika dunia, langit, dan Bumi serasa runtuh menimpaku. Sakit, pedih, kecewa, dan putus asa seketika mengisi rongga hatiku. Aku tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Aku bertanya-tanya dalam hati, kok begini jadinya. Aku kan sudah berusaha sebaik mungkin. Aku berusaha tenang dan sabar menghadapi kenyataan pahit ini, tapi tidak bisa.

Mama pun datang menghampiri dan mengajakku pulang. Aku stres, pusing, dan rasanya ingin meluapkan semua kesedihanku. “Nil, namanya juga perlombaan. Ada yang menang dan ada yang kalah. Mama tahu Daniel udah melakukan yang terbaik dan mama bangga sama Daniel.” kata mama sambil mengusap keningku. Aku terdiam selama berada dalam perjalanan pulang. Ucapan mama seolah menyadarkanku dari kebutaan yang selama ini mendekapku. Ya, mama ternyata sayang padaku.

Semenjak itu, aku sadar pada kesalahan besar yang ku perbuat pada mama. Mama yang sudah melahirkan dan membesarkanku dalam kandungan selama 9 bulan. Mama yang sudah merawat dan mendidikku hingga saat ini. Betapa bodohnya aku. Aku tak pernah menghiraukan nasihat-nasihatnya untuk kebaikan hidupku. Aku tak pernah membayangkan betapa sakitnya hati mama ketika aku malu mengajaknya ke sekolah dan mengenalkannya pada teman-temanku. Aku tak peduli seberapa sering mama meminta tolong padaku, sekalipun mama selalu berusaha memenuhi permintaanku. Oh, betapa durhakanya aku sebagai anakmu, Mama.

Hingga saat-saat terburuk kehidupanku datang, aku baru sadar Tuhan menciptakan mama untuk menjadi guardian angelku. Malaikat yang senantiasa menghibur dan memulihkan hatiku yang sedang dilanda kekecewaan dan kesedihan. Aneh, mama tak sekalipun merasa enggan atau malas memberikan tangannya untuk mengusap airmataku. Mama tak pernah dendam atas perilaku kurang ajar yang ku lakukan selama bertahun-tahun dalam hidupnya. Mama selalu tersenyum dan siap mengulurkan tangannya untuk memelukku. Membuatku mengerti bahwa mama benar-benar mencintaiku. Membuatku menyadari bahwa masih ada orang yang mau mengerti perasaanku.

Apakah teman-temanku peduli dengan rasa sakit yang ku derita setelah kekalahan itu? Jawabannya tidak sama sekali. Teman hanya ada di saat ku senang dan bahagia, selebihnya EGP (Emang Gue Pikirin). Padahal sudah berapa banyak hal yang sudah ku korbankan untuk temanku? Membantu mereka mengerjakan tugas atau sekedar menemani jalan-jalan. Itukah balasan mereka untukku? Seketika mataku tertuju pada mama. Aku malu. Aku tak sanggup lagi menatap wajah tua itu. Wajah yang dibangun dengan ketegaran dan kasih sayang yang abadi pada anak-anaknya. Mama tak pernah sekalipun melupakanku, sekalipun aku berada dalam titik terendah dalam kehidupanku sekalipun.

Setiap hari, mama berusaha membangkitkanku dari kekecewaan itu. Lambat laun hatiku luruh oleh perhatian dan kasih sayangnya. Mama memberiku semangat. “Masih ada hari esok, Nil. Jangan berhenti sampai di sini karena satu kegagalan.” katanya perlahan. Hingga akhirnya aku bangkit kembali. Cinta mama telah mengisi pori-pori hatiku yang luka dan menutupnya dengan sentuhan kasih sayang. Betapa manjurnya cinta mama mengobati luka hatiku.

Aku bertanya dalam hati. Terbuat dari apakah hati mama? Aku heran betapa tegar dan kuatnya mama mengalami penghinaan terbesar dari anaknya, darah dagingnya sendiri. Apa mama pernah menyesal melahirkanku 17 tahun yang lalu dengan tingkah lakuku selama ini? Berjuang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkanku ke dunia, menyekolahkan, dan mendidikku selama 17 tahun. Dan apa yang mama terima selama ini dariku? Aku membalas penderitaannya selama 9 bulan mengandungku dengan mencaci makinya. Aku membalas keringat dan kesabarannya mengajariku berhitung dan membaca dengan menghinanya. Aku membalas semua jasa dan kebaikan yang telah mama berikan dengan kejahatan. Bahkan aku pernah menyesal punya mama yang cerewet seperti ini.

Mama, maafkan aku. Aku tak sadar selama ini mama sudah memberikan semua yang terbaik buat hidupku. Aku tak pernah menghargai semua yang telah kau lakukan. Mama, aku malu. Malu dengan segala tingkah lakuku. Malu melihat sosokmu yang tulus. Aku merasa tidak layak menjadi anakmu. Anak yang bisa kau banggakan. Anak yang mencintai mamanya dengan sepenuh hati. Mama, maukah kau memaafkan segala perbuatanku yang menyakiti hatimu selama ini?

Mama tersenyum mendengar pengakuanku. Ia berkata, “Nil, hati seorang ibu itu ibarat sebuah lautan yang dalam. Menyimpan suka, duka, luka, dan kenangan tanpa batas. Segala kesedihan semua mama tampung dalam hati. Semua rasa kecewa dalam hati mama hilang ketika mendoakanmu. Mendoakan supaya suatu hari nanti Daniel bisa berubah. Seburuk, sejelek, atau sejahat apapun, Daniel tetep anak mama yang paling mama sayangi. Mama sudah memaafkanmu, Nil. Mama hanya minta satu hal supaya kamu bisa jadi anak yang baik.” kata mama sambil mengelus-elus rambutku. Aku pun memeluknya dan menangis. Mama masih mau menerimaku sebagai anaknya.

Aku sadar masih banyak hal yang harus ku ubah dalam diriku. Aku berusaha menghilangkan sifat burukku pada mama. Aku tahu masih banyak hal yang mengecewakannya, namun aku akan berusaha membahagiakan mama. Aku tak ingin semuanya terlambat untuk membalas kasih sayang mama selama ini. Sudah cukup sampai di sini saja aku hilang dalam padang belantara hidupku. Aku beruntung masih punya mama yang menyayangiku dengan sepenuh hati. Berbeda dengan teman-temanku atau mereka yang sudah tidak mempunyai mama.

Hati mama sama seperti Gery Chocolatos. Meluluhkan hatiku bagai lelehan coklat pasta di lidah. Melegakan jiwaku bagai tiap gigitan Chocolatos. Memberiku kasih sayang ibarat coklat yang tak pernah habis di lidah. Mama mengerti dan peduli keinginanku seperti Gery Chocolatos yang menyajikan stik coklatnya di waktu senggangku.

Aku akan menjaga mama sampai garis akhir. Ya, itulah janjiku padamu, Mama. Kini ku lihat sosokmu tersenyum menyambutku sepulang sekolah. “Semoga kau menjadi anak yang sukses.” doamu padaku di setiap waktu. Terima kasih mama untuk cinta yang kau berikan selama ini.

~ oOo ~